QNB League ditunda 13 Hari

Iklan

JAKARTA, WOL – Meski baru berjalan satu pekan, kompetisi QNB League 2015 akan ditunda lagi. Alasannya, klub-klub peserta ingin membahas masalah surat larangan bertanding untuk Arema dan Persebaya melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, 18 April nanti.

Penundaan tersebut disepakati oleh 18 klub bersama PT Liga Indonesia saat melakukan pertemuan di Hotel Park Lane, Jakarta, Kamis (9/4) malam kemarin. Rencananya, penundaan kompetisi mulai diberlakukan pada 12 hingga 25 April.

Kendati PT Liga belum memberikan pernyataan secara resmi, klub-klub sudah mendapat arahan bahwa kompetisi bakal diliburkan selama 13 hari. Manajer Semen Padang, Suranto, mengatakan seluruh klub sudah setuju kalau kompetisi ditunda.

“Semua klub sudah sepakat dan bagi kami tidak ada masalah. Kami akan mengikuti apa keputusan PT Liga,” ujar Suranto.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kemenpora tak ikut campur terkait penundaan QNB League. Menurut Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, pihaknya tak akan melarang PT Liga jika ingin menunda kompetisi.

iklan

“Kalau PSSI dan PT Liga meliburkan kompetisi, itu hak mereka dan kami tak akan larang,” ungkap Gatot menjawab pertanyaan wartawan seputar keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia atas penundaan kompetitif kasta tertinggi sepakbola di tanah air tersebut.

Namun yang perlu dimengerti oleh PSSI, lanjut dia, bahwa induk sepakbola nasional tersebut harus mematuhi rekomendasi BOPI agar mencoret Arema dan Persebaya dari kontestan QNB League 2015.

“Surat dari kami sudah cukup untuk melarang Arema dan Persebaya supaya tidak ikut kompetisi. Mereka masih bermasalah dengan legalitas,” tegasnya.

Kemarin, Kemenpora juga telah mengirim surat permohonan kepada Kapolri agar tak menerbitkan izin keramaian untuk Arema dan Persebaya. Surat bernomor 01138/Menpora/IV/2015 tersebut ditandatangani langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. Surat larangan itu disampaikan kepada Kapolri semata-mata menuntut adanya kepatuhan Arema dan Persebaya pada peraturan perundang-undangan.

Koodinator Tim Sembilan, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, mendukung langkah Kemenpora melarang skuad Singo Edan dan Bajul Ijo tampil pada kompetisi yang dulu bernama ISL itu. Menurut mantan Wakapolri itu, jangan sampai perintah pemerintah diabaikan.

“Siapapun yang berada dalam negara harus mematuhi pemerintah. Untuk Arema dan Persebaya ada indikasi pelanggaran dan harus ada sanksi. Langkah yang diambil adalah memberi sanksi administratif peringatan pertama. Kalau tidak diindahkan, diberikan sanksi tegas. Jadi ada tahapannya biar sadar dan mengikuti aturan,” tegasnya. (wol/waspada/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan