Pelajar SMA Bawa 4 Kg Ganja Ditangkap

Iklan

MEDAN, WOL – Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan mengamankan seorang pelajar SMA asal Balige, Remon Napitupulu (17) karena membawa 4 Kg ganja kering. Dirinya diringkus di sebuah loket bus yang berada di Jalan Jermal V, Kecamatan Medan Denai, kemarin.

Informasi yang diperoleh di Mapolresta Medan Kamis (16/4) menyebutkan, penangkapan itu berawal dari adanya informasi masyarakat tentang pengiriman ganja melalui loket bus yang berada di Jalan Sisingamangaraja.

Mendapat informasi itu, pihaknya yang melakukan penyelidikan di sekitaran lokasi kemudian berhasil mengidentifikasi tersangka yang semula menumpangi becak motor dari kawasan Mandala dan berhenti di sekitaran Jalan Jermal V Medan membawa satu kotak bekas kemasan air mineral bertuliskan ‘Dari Jefri Kepada Simo di Parapat’. Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, petugas menemukan 4 Kg ganja dari dalam kotak kemasan bekas air mineral yang rencananya akan dititipkan di Loket Bus Tau Toba Jalan SM.Raja Medan.

“Jadi penangkapan terhadap tersangka yang merupakan pelajar sekolah, ORN (17) asal Balige ini bermula dari adanya informasi yang kita terima tentang adanya proses pengiriman ganja dari kawasan Mandala melalui loket bus di Jalan SM.Raja. Setelah kita selidiki, anggota yang turun melakukan penyelidikan mengidentifikasi tersangka yang turun membawa satu kotak kemasan air mineral bekas di kawasan Jermal V setelah menumpangi becak motor dari kawasan Mandala. Saat dilaukan penggeledahan ternyata benar kotak itu berisi 4 Kg ganja,” jelas Wakasat Narkoba AKP Rosyid.

Tanpa perlawanan tersangka yang mengaku diperintahkan seorang teman bernama Badi untuk mengantarkan kotak tersebut digelandang ke mapolresta Medan untuk diproses hukum. Menurut pengakuan tersangka kepada petugas, kotak kemasan air mineral yang ternyata berisi 4 Kg ganja itu semula dikatakan temannya adalah kepingan VCD porno yang akan diantarkan kepada pemesannya melalui loket bus. Tersangka mengaku diberi upah sebesar Rp 50 ribu untuk mengantarkannya ke loket bus dengan bantuan seorang penarik betor yang merupakan teman tersangka Badi (DPO).

iklan

“Saya nggak tau pak kalau itu isinya ganja, si Badi bilang itu VCD Porno. Katanya aku diantarkan tukang becak yang dikenal dia (badi). Tadinya ada dua kotak, yang satu dibawa sama tukang becak yang ngantar aku itu katanya dia yang ngantar satu lagi tempatnya beda jadi aku diturunkan disitu (Jalan Jermal V Medan). Tiba-tiba aku digledah disitu rupanya isinya ganja. Kalau aku tau itu ganja mana mungkin aku mau pak, paling nggak kalau pun aku tau aku minta upahnya nggak cuma Rp 50 ribu lah pak,” ujar tersangka ketika diwawancarai sejumlah wartawan.

Atas peristiwa tersebut pihak kepolisian mengaku masih akan melakukan pengembangan untuk menangkap tersanga pemilik ganja serta pengemudi betor yang merupakan kurir dan kini masih DPO. Sementara itu tersangka yang masih berusia dibawah umur akan diproses  hukum melalui kordinasi dengan BAPAS (Balai Pemasyarakatan) sebagai pranata untuk pelaksan bimbingan kemasyarakatan pengentasan Anak terlibat tindak pidana.

“Kasusnya masih kita kembangkan lagi untuk menangkap pemilik serta kurirnya yang masih DPO. Sedangkang untuk proses hukum terhadap tersangka yang masih dibawah umur kita akan berkordinasi dengan BAPAS,” tandas AKP Rosyid. (wol/lihavez/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan