Ketua PHRI Sumut: Hotel Butuh Sertifikasi, Promosi dan Advokasi

medanbisnisdaily.com

MEDAN, WOL – Hasil Musda PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Sumut yang berlangsung 10-11 April (Jumat dan Sabtu) akhirnya memenangkan Denny S Wardhana sebagai ketua PHRI periode 2015-2020 mengalahkan Djamaluddin pemilik Grand Kanaya Hotel dan Lily Zainab pemilik Grand Karibia Hotel.

Pertarungan yang terjadi Sabtu (11/4) di Grand Antares Hotel Medan sebenarnya berat sebelah. Sejak sidang pleno pertama hujan interupsi memang muncul.

Interupsi itu sampaikan oleh tim Djamaluddin yang dikomandoi Fauzi Usman mantan ketua Aceh Sepakat dulu. Pria berambut dan beralis putih itu beberapa kali melakukan interupsi. Dia didukung oleh Johnny Waas pemilik café (restoran) Warung Ijo Medan.

Di sidang pleno pertama hanya dua orang itulah yang menjadi corong Djamal. Termasuk soal keabsahan calon ketua, jumlah yang hadir.  Bahkan cara Fauzi Usman mengkritik panitia mendapat kecaman.

Saat AD/ART masih difotocopy Fauzi Usman seperti meremehkan panitia. “Kenapa ini fotocopy AD/ART PHRI tidak ada. Apa panitia tidak punya uang. Kalau tidak punya uang pakai uang saya saja,” jelasnya yang dibalas langsung oleh floor dengan menuding Fauzi Usman tokoh senior namun berfikiran minor.

Advertisement

Kemudian Fauzi juga menginginkan agar ketua PHRI adalah owner karena kalau bukan owner bisa mengganjal program PHRI saat butuh duit. Kalimat itu jelas-jelas ditujukannya ke Denny Wardhana. “Kalau mau pilih yang muda dan berduit ada Firsal Mutyara, saya kenal baik ini Firsal. Berduit lagi,” katanya meremehkan calon lain. Bahkan sikapnya menghakimi panitia menambah citra negatif ke Djamal sebab peserta makin tahu siapa yang memback up Djamal. Karena cara Fauzi itu jugalah suara Djamal tidak terdongkrak.

Baik Fauzi dan Johnny Waas menjadi cemoohan peserta karena dianggap tidak mengerti persoalan. Sementara Djamaluddin yang menyatakan diri sebagai kandidat terkuat tak bisa berbicara.

Skenario yang coba mereka buat sudah dibaca tim Denny S Wardhana, pemilik Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan. Bahkan Denny yang didukung suara dari Parapat, Samosir, Simalungun, P. Siantar, Karo, Labuhan Batu, Tapsel dan segenap pemilik hotel berbagai daerah langsung mengomentari Fauzi dengan lebih santun.

Harianto dari Simalungun malah mengingatkan agar orang senior seperti Fauzi Usman menjaga mulutnya agar tidak terlalu banyak. Di belakang arena Musda, para wartawan malah bertanya-tanya kenapa Fauzi Usman bisa jadi peserta karena dia tidak punya hotel hanya mendapat mandat (mewakili) Sulthan Darussalam Hotel.

Djamaluddin dan tim yang terus berusaha merecoki Musda tak kuasa menahan suara mayoritas milik Denny yang memang sebelumnya sudah bergerak ke daerah-daerah dan mengharamkan ‘money politics’.

Sementara Lily Zainab lebih bersikap kalem dan menerima arahan dari pimpinan sidang dan penyelenggara Musda. Bahkan sesekali dia terlihat berbincang akrab dengan Denny. Berbeda dengan Djamaluddin dan tim yang mondar-mandir.

Saat penyampaian visi misi suara peserta lebih fokus. Karena ingin dicapai aklamasi pimpinan sidang yang terdiri dari Johhny Waas, Harianto Sinaga, Yuri, Sofyan A Riyanto dan Jafar Gultom meminta ketiga calon berunding.

Namun di perundingan itu Djamal malah menyuruh Denny mundur agar dia jadi ketua dan Denny menjabat sekretaris. Tawaran itu ditolak mentah-mentah Denny yang akhirnya diputuskan voting. Saat voting suara Denny tak terkejar hingga 98 suara, Djamaluddin 34 dan Lily 11 suara.

Proyeksi suara Denny sudah diprediksi karena jauh-jauh hari surat dukungan dari daerah ada 85 yang menyampaikan resmi dari total 143 pemilih suara dan sebagian lagi peninjau dengan kehadiran 165 orang.

Usai terpilih Denny menyatakan akan lebih cepat mengupayakan sertifikasi kepada lembaga usaha dan karyawan pelaku pariwisata.

“Itu target kita. Saya memang menyiapkan delapan agenda sebagai misi ketua PHRI. Tapi itu dikerucutkan lagi menjadi tiga yaitu sertifikasi, promosi dan advokasi. Karena kawan-kawan hotel butuh itu,” jelasnya.

Saat pidato pengukuhannya sebagai ketua PHRI terpilih pun Denny memfokuskan program itu. Di penutupan anggota DPD RI Parlindungan Purba mengukuhkan ketua terpilih sekaligus meminta agar PHRI jangan lagi vakum dan segera mengejar sertifikasi.

Penutupan itu juga dihadiri Muchrid Nasution, ketua Komisi C DPRD Sumut, Ivan Iskandar Batubara, ketua Kadin Sumut yang mengharapkan semua stakeholder bisa bersatu dan padu. “Kita harus ambil kekuatan pariwisata daerah lain agar kelak bisa menjadikan Sumut sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia,” kata Ivan. (wol/min/data1)

Editor: AGUS UTAMA