Kemenpora ancam bekukan PSSI

Iklan

JAKARTA, WOL – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada PSSI, Rabu (8/4) kemarin. Hukuman itu dijatuhkan karena PSSI mendorong Arema Cronus dan Persebaya Surabaya mengikuti kompetisi QNB League 2015 tanpa rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Surat bernomor 01133/Menpora.Set/IV/2015 tersebut ditandatangani Sekretaris Menpora Alfitra Salamm, dengan tembusan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menpora, Mensesneg, Mendagri, Kapolri, para Gubernur terkait, dan CEO PT Liga Indonesia.

Selain itu, Kemenpora juga memberi waktu tujuh hari kepada PSSI agar memerintahkan Arema dan Persebaya melaksanakan keputusan BOPI. Jika diabaikan, sanksi yang lain bakal diberikan berupa pembekuan PSSI.

“Menteri Pemuda dan Olahraga dalam memberikan sanksi administratif lebih berat berupa pencabutan izin organisasi dan/atau kelembagaan serta kegiatan keolahragaan PSSI tidak diakui apabila nyata-nyata secara sah dan terbukti PSSI tidak melaksanakan teguran tertulis ini,” demikian bunyi surat Kemenpora kepada PSSI.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyatakan sudah menerima surat teguran dari Kemenpora. Pihaknya pun memastikan bakal segera menyikapi surat tersebut untuk mengambil keputusan. Meski begitu, Djohar pun belum bersedia memberikan gambaran seputar putusan yang akan diambil karena harus rapat Exco.

iklan

“Kami akan meeting dengan semua Exco dan PT Liga, bagaimana kita menyikapi surat ini dan kami tak ingin ada pertentangan dengan semuanya,” kata Djohar, Rabu (8/4), berharap persoalan ini segera berakhir karena bisa merugikan banyak pihak.

“Kami harapkan semua ini reda karena tidak ada yang untung. Kami pun berharap segera berakhir agar pemain bisa tenang dan masyarakat mendapat hiburan,” terangnya.

Sementara itu, PT Liga Indonesia menemui BOPI di Gedung Kemenpora. Pada pertemuan tersebut, tak ada kesepakatan karena baik PT Liga dan BOPI memiliki pendirian masing-masing.

“Ada persepsi berbeda dengan BOPI yang melarang dua klub untuk berkompetisi, sebaliknya kami eksekusi 18 klub atas perintah PSSI karena merekalah yang berkompetisi, bukan PT atau PSSI ingin proteksi kompetisi. Ada dua opsi solusi, yaitu mediasi atau dibiarkan selesai di forum pengadilan tanpa menghentikan kompetisi karena itu hak mereka (klub),” ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono. (wol/waspada/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan