Kandidat calon Wali Kota Medan daftar ke PAN dan Demokrat

Istimewa

MEDAN, WOL – Ketua Partai Amanat Nasional Kota Medan, Ahmad Arif mengaku, sejak di bukanya pendaftaran penjaringan untuk kontes Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan priode 2015-2020 Desember mendatang, sudah lima orang yang mendaftarkan dirinya untuk mengikuti momen lima tahunan tersebut.

Dikatakan Arif, lima orang yang mengambil formulir itu dua orang dari kader partai dan tiga orang lainnya diluar kader.

“Abdullah Rasyid (kader PAN pusat) sudah dua ngambil formulir. Walikota Incumben juga. Kalau saya sendiri masih melihat situasi kedepan,” ungkapnya kepada Waspada Online hari ini.

Untuk batas akhir pengambilan formulir, sambung Arif, pihaknya menetapkan 13 April mendatang. Dan yang mengambil formulir atau mendaftarkan itu harus yang bersangkutan, tidak boleh diwakilkan kepada orang lain.

“Untuk koordinasi ke pimpinan pusat tetap kita lakukan. Sebab dari mereka juga lah kita dapat menerima masukan untuk menjadikan PAN Kota Medan ini menjadi partai nomor satu di kota ini,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut Arif menambahkan, apabila sudah tidak ada lagi yang mendaftar, nama-nama calon Walikota yang kita anggap punya potensi, selanjutnya akan kita sosialisasikan ke seluruh kader yang ada di kecamatan.

“Begitu juga dengan simpul-simpul partai. Kami akan terus mendorong mereka agar calon yang di usung PAN ini meraih 100 persen suara,” pungkasnya.

Daftar ke Demokrat
Ketua KNPI Medan Zulham Efendi Siregar pun percaya diri di pilkada Kota Medan mendatang. Dorongan kuat anak anak muda menjadikan dirinya bernaluri memperbaiki kota Medan kedepan untuk mendaftar di Partai Demokrat.

Sebagai mantan Ketua KNPI Medan, dia diyakini mengetahui persoalan kota. Dari kemacetan, banjir, sampah, pengemis, kemiskinan dan lainnya. Persoalan ini dapat dituntaskan jika sang pemimpin bisa memahami persoalan sesengguhnya.

Zulham bertekad sudah saatnya anak muda bangkit untuk bertarung dalam demokrasi. “Kita berani untuk maju di pilkada karena desakan anak-anak muda yang menginginkan perubahan kota medan kedepan menuju kota metropolitan yang religius,” jelasnya.

Kita harus bersatu dan memperkuat peran pemuda dalam memperbaiki kondisi saat ini, dan sudah saatnya pilkada tanpa money politik transaksional,” demikian Zulham. (data2/wol/rizki)

Editor: AGUS UTAMA