Dianiaya, Pencuri Malah Lapor Polisi

WOL Photo/Ilustrasi
Iklan

MEDAN, WOL– Dua pencuri periuk termasuk penadah, Erlangga (32) warga Pasar 3, Datuk Kabu, Gang Kesatria Garapan dan temannya, Torang (30) warga Jalan Jermal 4, Kecamatan Medan Area melapor balik ke polisi dalam kasus penganiayaan.

Ceritanya, keduanya mencuri kompor dan peralatan dapur milik Sarmah,60, warga Pasar 3, Datuk Kabu, Tanah Garapan, Sabtu lalu. Keduanya kemudian ditangkap keluarga korban, Minggu (19/4) dan kemudian dipukuli hingga babak belur.

Keterangan dihimpun menyebutkan, pencurian yang dilakukan kedua tersangka berawal, Sabtu (18/4) malam.  Kedua pelaku yang perlu uang buat membayar kost melakukan sasaran pencurian dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dan mengutilin kompor, teplon, kursi serta peralatan dapur untuk dijadikan modal uang.

Paginya, korban terbangun dari tidur dan terkejut melihat se dapur rumahnya sudah diacak-acak pelaku. Terlebih melihat alat dapurnya sudah berkurang dan menghilang.

Penasaran, lalu korban memberitahukan hal ini kepada anaknya dan keluarganya seorang Brimob. Dari laporan orang tuanya, anak korban dan keluarganya curiga melihat kedua pelaku yang dikenal pencuri dikampung tersebut.

iklan

Anak korban, Ayub dan keluarganya lalu mengintrogasi keduanya. Saat dimintai keterangan, akhirnya kedua pelaku mengaku telah mengambil barang-barang dapur milik orang korban.

Mendengar pengakuan keduanya, warga setempat dan keluarga korban lantas emosi lalu memukuli keduanya hingga sampai babak belur. Puas memukuli keduanya, dengan kondisi babak belur kedua tersangka kemudian dibawa ke Polsek Percut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Saat diintrogasi, keduanya mengaku melakukan pencurian itu dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban. Setelah pintu terbuka, kedua tersangka lalu mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah korban.

Setelah berhasil mencuri dirumah korbannya, kedua pelaku menitipkan barang curiannnya tersebut dirumah kakak tersangka, Torang yang berada dikawasan Jermal dan nantinya akan dijual.

“Cuma kompor dan kuali yang kami ambil. Itupun belum kami jual, masih kami titipkan. Buat tambahan bayar kost uangnya. Tapi kami dipukuli disitu bang,” kata keduanya menahan sakit.

Di kantor polisi, terlihat keluarga pelaku bernama, Rahmat (54) merasa tak senang dengan perakukan keluarga korban yang tega memukuli anaknya hingga babak belur. Dengan itu, keluarga pelaku mengaku akan melaporkan pemukulan itu ke Propam Polresta Medan.

Bentuk tak terimanya itu ternyata bukan gertakan, Rahmat secara resmi melaporkan penganiayaan yang dilakukan keluarga korban terhadap anaknya, Erlangga.

“Udah ku laporkan ke Polsek ini masalah penganiayaannya. Besok mau kami laporkan juga ke Propam Polres atau Poldasu. Ada juga keluarga kami disana. Anakku diambil dari rumah dan udah ngaku, tapi ada keluarga korban yang oknum Brimob itu main pukul aja. Kubelikan 10 kuali pun gak apa-apa untuk ganti kerugiannya,” ucap Rahmat.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung, SH SiK MH membenarkan telah diamankan dua orang pencuri peralatan dapur. “Benar, tadi ada diamakan 2 orang pelaku pencuri peralatan dapur. Sekarang masih diperiksa di ruangan Juper. Mengenai laporan keluarga tersangka yang merasa tak senang, juga benar adanya,” tukasnya. (wol/lihavez/data2)

Iklan