BEI Medan targetkan investor naik 10% tahun 2015

Istimewa

MEDAN, WOL – Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Medan (BEI-KP Medan) targetkan investor meningkat hingga 10 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2010 investor. Untuk mencapai target ini, BEI Medan pun fokus dalam mengedukasi masyarakat, mahasiswa, dan semua profesi.

Kepala Kantor BEI Medan, M Pintor Nasution yang diwakili oleh Trainer, Yoseph Kaburuan kepada Waspada Online, siang ini, Tahun lalu kami menargetkan 2000 investor, tapi tercapai sekitar 2010. Data ini juga tercatat di Indonesian Central Securities Depository (KSEI). Tahun ini kami targetkan naik 10 persen, atau sekitar 2300 investor.

“Untuk mencapai target tersebut pihaknya pun sering melaksanakan sharing season dan melaksanakan sekolah pasar modal untuk masyarakat umum serta edukasi melalui beberapa program kerja BEI lainnya. Kami melaksanakan sekolah pasar modal 10 gelombang, setiap hari Sabtu di ruang training BEI Medan. Jadwalnya, 23 Mei, 13 Juni, 1 Agustus, 23 Agustus, 5 September, 19 September, 10 Oktober, dan 24 Oktober. Kita mulai pukul 09 pagi dan terbuka untuk umum,” kata Yoseph Kaburuan.

Pihaknya juga melaksanakan edukasi publik akademisi di beberapa Universitas di Medan, kemudian membuka forum calon investor di beberapa daerah. “Forum calon investor ini, kami akan datang ke perusahaan-perusahaan atau ada perusahaan yang mau kita datangi juga bisa. Semua ini gratis, malah kami yang akan menyiapkan konsumsinya. Selain itu, kami juga akan buat investor club agar para investor tetap bisa berkonsultasi, tidak rugi. Pendirian galeri investasi BEI di Universitas dan sosialisasi calon emiten potensial.

Diprediksi IHSG hingga tahun 2016 akan merangkak naik di atas 1% hingga mencapai 6000 karena pasar saham di Indonesia menarik dan banyak investor asing yang melirik. “Artinya ini kesempatan bagi kita karena ke depan pasar saham kita akan terus tumbuh,” katanya.

Advertisement

Dalam kesempatan itu juga, Jefri P Nadapdap, Senior Marketing Officer IPOT, agen penjualan reksa dana mengatakan untuk investor baru di reksa dana sudah lebih mudah dengan adanya IPOT. “Kita membebaskan biaya dari setiap transaksi pembelian dan penjualan reksa dana. Tapi untuk reksa dana tertentu, biaya penjualan dibebankan dan diterima oleh manager investasi sesuai kebijakan managet investasi yang mengelola reksa dan bersangkutan,” katanya.

IPOTFUND banyak sekali kemudahan yakni 1 account untuk semua ReksaDana. “Registrasi, rekening bank, dan laporan reksa dana semuanya dalam satu account atas nama nasabah sendiri. Pilihannya juga beragam, tidak memerlukan tandatangan basah. Pembelian dan penjualan semuanya dilakukan secara online. Intinya keamanan terjamin,” katanya sembari mengatakan caranya ber-investasi di Reksa Dana melalui IPOTFUND dengan membuka rekening secara online di www.ipotfund.com dan isi formulir, kurang lebih 3-5 hari setelah dokumen asli diterima, nasabah sudah dapat melakukan pembelian produk Reksa Dana. (data2/wol/eko)

Editor: SASTROY BANGUN