2 TKI Dipancung, Menaker: Kita Sudah Maksimal

antaranews.com
Iklan

JAKARTA, WOL – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan kekecewaan dan protes keras kepada pemerintah Saudi Arabia yang tidak menginformasikan soal waktu maupun tempat pelaksanaan hukuman mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yaitu Siti Zainab dan Karni bin Medi Tarsim.

“Eksekusi hukuman mati keduanya tidak diinformasikan kepada pemerintah RI maupun keluarga. Tidak ada notifikasi resmi sebagaimana kelaziman dan etika dalam hubungan diplomatik,” kata Hanif di Jakarta dalam keterangan tertulis.

Menaker menjelaskan, satu hari sebelum dilaksanakannya hukuman mati, Karni yang sedang ditahan di penjara Madinah, telah dikunjungi oleh Konsul Jenderal RI Jeddah selama 1,5 jam. Namun tidak diperolah informasi apapun mengenai kemungkinan dilaksanakannya hukuman mati, baik dari otoritas penjara maupun dari Karni.

“Kita benar-benar terpukul dan berduka. Semoga almarhumah diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT. Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Karni di Brebes, Jawa Tengah,” Kata Hanif lagi.

Menaker menambahkan, dalam menghadapi kasus Karni, pemerintah telah berjuang keras dan berupaya semaksimal mungkin untuk membebaskan Karni dari ancaman hukuman mati.

iklan

“Pembelaan hukum, diplomasi resmi, pendekatan informal kepada keluarga maupun tokoh masyarakat setempat, semua dilakukan. Langkah-langkah itu juga dilakukan dalam menangani kasus WNI/BMI lain yang terancam hukuman mati,” terang Hanif.

Namun pada akhirnya, hukum setempatlah yang berlaku. Jika pemaafan tidak didapatkan, maka eksekusi hukuman mati dijalankan. Pemerintah sudah berupaya maksimal untuk melindungi warganya, tapi pada akhirnya tetap harus menghargai hukum yang berlaku di negara lain sebagaimana negara lain harus menghormati hukum di Indonesia.

“Apapun hasil akhirnya, kita telah dan akan terus memaksimalkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada WNI/BMI yang menghadapi permasalahan di luar negeri, termasuk bagi mereka yang terancam hukuman mati,” tegas Hanif.

Dalam periode Juli 2011-31 Maret 2015, Pemerintah telah berhasil membebaskan 238 WNI/BMI di luar negeri dari hukuman mati. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejak Januari 2015 hingga 15 April 2015, Pemerintah Arab Saudi telah menghukum mati  sebanyak 61 orang, dimana 36 orang diantaranya merupakan warga negara Arab Saudi, dan 25 orang lainnya merupakan warga negara asing. Hukuman mati dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana pembunuhan, narkoba, pemerkosaan, dan perzinahan. (wol/data1)

Iklan