Proposal ditolak, anggota OKP ancam bimbel

WOL Photo/Lihavez
Iklan

MEDAN, WOL – Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan melakukan penangkapan terhadap 12 orang anggota sebuah Organisasi Kepemudan (OKP) karena melakukan pemerasan dan pengancaman karena proposal ditolak.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram, hari ini kepada media, para pelaku yakni HGB, JS, AS, A als RY, SS, ATM, HP, LM, dan ZK, SR, serta RG,  H, pada Kamis (26/3) lalu mendatangi bimbingan belajar (bimbel) Eureka di Jalan Jalan Malaka persimpangan Jalan Sibolga Pandau Hilir Medan Kota.

Para pelaku mempertanyakan proposal yang mereka ajukan ke pihak bimbel yang belum direalisasikan.

“Jadi mereka mengancam terhadap korban lantaran proposal mereka tidak ditanggapi,” terangnya.

Dikatakan, 4 dari 12 pelaku masuk ke dalam gedung untuk menjumpai pemilik bimbel. Namun tidak diperbolehkan oleh karyawan bimbel. Kemudian para pelaku melarang dan mengancam orang yang masukd an keluar dari gedung.

iklan

“4 orang pelaku masuk ke gedung dan menjumpai karyawan sekolah dan memaksa agar di jumpakan dengan kepala sekolah. Tidak lama karyawan tersebut menyampaikan kepada kepada sekolah bahwa para pelaku melarang dan mengancam orang yang mau masuk dan keluar gedung,”ucapnya kepada Waspada Online, petang ini. Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi hingga ke-12 pelaku dibekuk.

Mantan penyidik KPK ini menuturkan, dalam kasus ini para pelaku terkena Pasal 368 Jo 53,55 subs 335 ayat 1 Jo 55,56

“Kita kenakan pasal secara bersama-sama melakukan percobaan pemerasan (368 jo 53 jo 55) secara bersama-sama melakukan pemaksaan dengan ancaman kekerasan.,”tukasnya. (wol/lihavez/data1)

Iklan