PD Pasar hamburkan uang di pasar tradisional

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Ketua perkumpulan Pedagang Pusat Pasar, Hanif menilai, Perusahaan Daerah (PD) Pasar kurang tepat mengkuliahkan stafnya yang berpendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU) ke Universitas Darma Agung. Pasalnya BUMD yang di pimpin Benny Sihotang ini belum mampu memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh pedagang pasar tradisional. Menurutnya kebijakan tersebut sudah salah kaprah, karena tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

“Rencana PD Pasar ini sangat tidak etis ditengah persoalan pasar yang tengah mendera Kota Medan saat ini. Retribusi yang dikutip seharusnya kembali kepasar dalam bentuk pelayanan dan menjadikan pasar menjadi lebih baik lagi. Namun faktanya tidak,” kesalnya kepada Waspada Online hari ini.

Kekecewaan pedagang bukan tanpa dasar, sambung Hanif. Banyak pedagang yang mengeluhkan kondisi pasar tetapi belum juga direspon oleh Benny. Disamping itu, tingkat ke amanan juga masih jauh dari harapan mereka. “Masalah keamanan juga sudah dilaporkan ke Komisi C DPRD Medan. Kawan-kawan wartawan boleh cek,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kamis lalu (26/3), Direktur PD Pasar sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Darma Agung untuk menyekolahkan 78 persen karyawan PD Pasar yang saat ini hanya memiliki ijazah setara SMU. Ia mengatakan seluruh karyawannya akan dibantu untuk melanjutkan pendidikan dengan kemudahan bantuan dana dari instansinya.

“Kita berharap, akan bisa meningkatkan mutu pelayanan dari PD Pasar ini sendiri. Sekarang saja, yang memiliki jenjang master baru sekitar 2 persen dan sarjana sekitar 20 persen,” papar Benny Sihotang. (wol/ muhammad rizki/DATA1)

iklan

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan