Jokowi presentasi proyek besar ke 200 pengusaha Tiongkok

setkab.go.id
Iklan

BEIJING, WOL – Rangkaian kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jumat (27/3) ini, diakhiri dengan penampilan dirinya bersama Perdana Menteri (PM) RRT Li Keqiang dalam Forum Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok, di Balai Agung Rakyat.

“Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan rencana-rencana kerjasama karena peluang yang ada baik pembangunan pembangkit listrik, pembangunan jalan tol, pembangunan pelabuhan, pembangunan airport dan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang lain yang ada di Indonesia akan segera dimulai pada tahun ini,” kata Presiden Jokowi sebelum memulai presentasinya.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 400 pengusaha Indonesia dan RRT itu, Presiden Jokowi menguraikan rencana kerja pemerintah dalam membangun Indonesia lima tahun ke depan.

Presiden menyampaikan target pemerintahannya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% pada tahun 2015 ini.  “Tahun depan diharapkan naik sehingga pada tahun 2017 bisa mencapai target pada kisaran diatas 7%,” katanya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi itu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia akan membangun zona ekonomi khusus yang ada di pulau besar dan pulau kecil. Pembangunan ini akan mulai dilakukan di bagian barat Indonesia.

iklan

“Di Sei Mangke, Sumatera Utara,  yang dikembangkan sebagai pusat industri kelapa sawit, karet, pupuk, logistik serta kawasan pariwisata. Sementara Kawasan Ekonomi Khusus (KWK) Bitung di Sulawesi Utara untuk industri perikanan, kelapa, tanaman obat, dan logistik,” papar Jokowi.

Khusus untuk wilayah Papua, lanjut Presiden Jokowi, pemerintah akan mengembangkan empat kawasan ekonomi khusus beserta infrastruktur pendukungnya dengan fokus pengembangan yang berbeda.

Ia menyebutkan, kawasan ekonomi Merauke dikembangkan untuk pertanian yang terintegrasi dengan industri pengolahan, Sorong untuk pengembangan sektor maritim yang terintegrasi dengan industri pengolahan, Teluk Bintuni untuk petrokimia dan turunannya, serta Raja Ampat untuk industri pariwisata.

Selain itu, kawasan Industri akan dibangun di Kuala Tanjung, Pulau Sumatera, Batu Licin (Kalimantan), Palu dan area khusus yang sudah ditentukan. Adapun untuk proyek jalan tol lintas Sumatera dan Sulawesi juga akan segera dibangun, seperti rute Lampung ke Aceh.

“Inilah peluang yang bisa dimasuki dari investor-investor Tiongkok dan Pemerintah Indonesia akan membantu terutama di bidang perizinan apabila ada yang tertarik untuk berinvestasi di bidang-bidang ini,” kata Presiden Jokowi.

Selain proyek jalan tol, di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, menurut Presiden Jokowi, juga akan segera dibangun lintasan kereta api. Ditambah proyek pelabuhan yang akan dibangun di 24 lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Sementara pembangunan selanjutnya adalah tol laut yang akan dimulai dari Sumatera menuju ke Papua.

Presiden Jokowi mengemukakan, untuk menindaklanjuti keluhan investor terkait perijinan, pada bulan Januari 2015 sudah dibentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau National One Stop Service di Jakarta, yang diharapkan bisa mempercepat proses perijinan.

“Kalau dulu ngurus ijin bisa sampai 1125 hari, sekarang bisa diperpendek 221 hari untuk seluruh perijinan, dan akan diperpendek lagi,” papar Presiden Jokowi.

Menutup paparannya, Presiden Jokowi kembali mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia.  ”Ini sebuah peluang dari investor untuk bisa masuk, terakhir, saya tunggu investasinya di Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Seusai menghadiri Forum Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok,  Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Irian beserta rombongan berangkat menuju Provinsi Hainan. Bersama Presiden RRT Xi Jinping, Presiden Jokowi dijadwalkan akan berbicara pada sesi pembukaan Boao Forum for Asia (BFA) 2015.

Setiap tahunnya BFA dihadiri oleh lebih dari 2000 peserta, yang terdiri dari pemimpinan negara/pemerintahan, CEO, dan pakar ekonomi. Tahun ini BFA bertemakan  ”Asia’s New Future: Towards a Community of Common Destiny”, dan akan menghadirkan para kepala negara/pemerintahan dari antara lain Indonesia, Austria, Belanda, Uni Emirat Arab dan Zambia. (wol/data1)

Iklan