JK: Di Indonesia apa saja diprotes

kompas.com
Iklan

JAKARTA, WOL – Pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali dan jenis Minyak Solar Subsidi naik Rp500 per liter.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa kenaikan tersebut sudah sesuai dan disetujui besaran subsidinya. Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut tidak akan membingungkan.

“Kan sudah disampaikan sebelumnya dan sudah disetujui bahwa subsidinya tetap apapun keadaannya tetap Rp1.000, iya tidak apa-apa,” katanya dalam acara aksi donor darah PMI di Bundaran HI, Minggu (29/3).

Kenaikan tersebut menimbulkan protes dari berbagai pihak, namun menurut JK itu menjadi hal biasa di Indonesia. “Di Indonesia ini apa saja diprotes. Naik sedikit diprotes,” ungkapnya.

JK menjelaskan, saat ini Indonesia merencanakan pembangunan infrastruktur dimana-mana. Salah satunya di Kuta Bali. Oleh karena itu pemerintah membutuhkan banyak biaya untuk pembangunan tersebut.

iklan

“Kita ingin pembangun lebih banyak. Kalau enggak ada uang, negara bagaimana bisa bangun jalan, Rumah Sakit (RS), dan sekolah?. Maka ditetapkan tetap. Kalau naik harga ya naik juga itu kebijakan yang diambil,” jelas JK.

Sebagaimana diketahui, banyak kalangan protes terkait kenaikan harga BBM yang dimulai Sabtu (28/3) kemarin. Anggota Komisi V DPR, Agung Budi Santoso, menyesalkan langkah pemerintah yang kembali menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Dia menilai, Presiden Joko Widodo saat ini masih membuat kebijakan harga BBM dengan orientasi seperti pedagang.

“Harusnya berubahlah dari pedagang jadi presiden. Seorang negarawan orientasinya bukan keuntungan, melainkan bagaimana menyejahterakan rakyat,” kata Agung di sela-sela kegiatan press gathering DPR, di Bogor, Jawa Barat.

Agung mengaku baru saja mengisi kegiatan reses dengan mengunjungi masyarakat di daerah pemilihannya. Banyak yang mengeluhkan mengenai tingginya harga kebutuhan pokok, seperti beras, gas, hingga tarif angkutan umum. “Sebaiknya jangan naik dululah, ini kan sudah sulit. Harga-harga naik itu dibenahin dululah, bagaimana caranya kita serahkan ke pemerintah. Saya yakin pemerintah punya cara dan metode yang baik,” ujar Agung.

Kendati demikian, politisi Partai Demokrat ini meyakini Jokowi akan segera memperbaiki kondisi ekonomi dalam waktu dekat. “Saya yakin Jokowi punya rasa empati yang cukup tinggi kepada rakyat. Beliau banyak mendengar dari kabinet bagaimana cara lebih baik. Kita doakan jadi lebih baik,” ucapnya.

Pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium untuk wilayah penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), naik masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama.

Pelaksana Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmadja Puja mengatakan, harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 6.400 per liter. Harga premium di wilayah penugasan menjadi Rp 7.300 per liter dari harga Rp 6.800 per liter. Sementara itu, harga premium untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (jamali) menjadi Rp 7.400 per liter.

Wira menuturkan, keputusan tersebut diambil terutama atas dinamika dan perkembangan harga minyak dunia. Harga ini berlaku pada Sabtu (28/3) mulai pukul 00.00 WIB. (okz/wol/ags/data1)

Iklan