7 ABK hilang di Belawan belum ditemukan

WOL Photo/Ega Ibra

BELAWAN, WOL – Tim Penyelam Search And Rescue (SAR) Medan masih  melakukan penyelaman untuk mencari tujuh orang lagi Anak Buah Kapal (ABK) KM Kumala Endah yang tenggelam di perairan Belawan, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Seksi Operasi SAR Medan, Gusti Syaiful di Belawan mengatakan, para penyelam masih terus melakukan upaya pencarian.

Pada Sabtu kemarin, tim penyelam yang melakukan pencarian kesulitan menyelam di sekitar kapal kargo tenggelam karena banyaknya pasir dan derasnya arus laut.

Dia menjelaskan, selain banyaknya pasir di perairan tersebut, juga lumpur tebal sehingga sangat mengganggu jarak pandang bagi penyelam yang bertugas mencari korban ABK tenggelam.

Selain itu, arus air laut di perairan Belawan cukup deras dan dapat mengganggu konsentrasi penyelam. Hal ini harus dihindari untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini.

Advertisement

“Kita tidak ingin para penyelam mengalami cedera, dan harus ekstra hati-hati dalam melakukan pencarian ABK yang hilang,” ucapnya.

Dia menambahkan, pencarian korban kapal yang tenggelam ini, melibatkan Tim SAR Gabungan terdiri dari Ditpolair Polda Sumut, Brimob, SAR Medan. “Tim SAR Gabungan yang diterjunkan untuk mencari ABK yang tenggelam mimiliki segudang pengalaman,” kata Syaiful.

Sebelumnya, dua ABK KM Kumala Endah yang hilang di Perairan Belawan, ditemukan Kamis (26/3) siang. Kedua ABK itu, atas nama Daniel Marganda Sinaga (28) juru mudi penduduk Jalan Tanah Jawa, Pematang Siantar serta Sutimin (49), nakhoda, penduduk Mojosono, Boyolali, Jawa Tengah.

Dengan ditemukannya kedua jenazah tersebut, maka tujuh lagi ABK Kumala Endah masih berada di laut dan masih dilakukan pencarian  oleh Tim SAR Gabungan.

Peristiwa tenggelamnya kapal tersebut, Selasa (24/3) sekitar pukul 16.30 WIB.Saat itu, KM Kumala Endah yang mengangkut 700 ton material konstruksi berangkat dari Pelabuhan Belawan Lama dan akan berlayar menuju Pendawangan, Kalimantan Barat.

Namun, baru sekitar beberapa mil dari Pelabuhan Belawan, tiba-tiba KM Kumala Endah mengalami kebocoran dibagian lambung, karena menabrak bangkai kapal.

KM Kumala Endah mengangkut sebanyak 14 ABK, saat kejadian  itu (Selasa, 24/3) lima orang diantaranya berhasil diselamatkan setelah tiga jam terapung di laut.

Kelima ABK selamat, yakni Sihol Sihombing (Mualim-2), Ferlani Sisiono (KKM), Eko Nugroho (Mandur), Reski Sucipto Pakulun (Juru Mudi) dan Ferdinan Pangaribuan (Juru Minyak). (wol/antara/data1)