3 koruptor kredit fiktif Kopkar Pertamina ditahan

niasbangkit
Iklan

MEDAN, WOL – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut resmi menahan, mantan Ketua Koperasi Karyawan Pertamina UPMS-1 Medan, Khaidar Aswan (KA) atas kasus dugaan korupsi kredit fiktif koperasi karyawan (Kopkar) PT Pertamina di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Agro, Jalan S Parman Medan.

Senior Supervisor Aset Pertamina Sumbagut itu tidak sendirian. Dia ditahan bersama dengan dua tersangka lainnya yakni Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Agro S Parman, Sri Muliani dan Account Officer (AO) BRI Agro S Parman, Bambang Wirawan.

Kasi Penkum Kejatisu, Chandra Purnama didampingi Ketua Tim penyidik, Dharmabela Timabasz memaparkan, adanya modus korupsi yang dilakukan tersangka KA yakni Kopkar Pertamina mengajukan fasilitas kredit kepada Bank BRI Agro Medan.

Para tersangka diduga memproses kredit fiktif dengan memalsukan dokumen dan legalitas individu atas beberapa debitur, seperti KTP. Slip gaji juga tidak disahkan pejabat yang berwenang di Pertamina dan hanya dibubuhkan stempel koperasi karyawan.

Bahkan, pihak dari Bank BRI Agro diduga telah melakukan manipulasi dalam proses pembukaan tabungan, pembuatan slip penarikan dan tidak ada verifikasi terhadap keabsahan data-data nasabah dan persetujuan pengambilan dana secara tunai AO KCP BRI Agro.

iklan

“Total kerugian negara dalam pengajuan awal koperasi, sebesar Rp25 miliar. Dari penyidikan yang dilakukan sementara potensi kerugian mencapai Rp20 miliar,” ucap Chandra, siang ini.

Akan tetapi, kata Chandra, pihaknya masih bekerjasama dengan tim auditor BPKP untuk menghitung kerugian negara yang dilakukan para tersangka. Chandra menuturkan, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Khaidar Aswan diduga juga melakukan tindak pidana pencucian uang. “Untuk tersangka KA penyidik juga menetapkannya dengan pasal UU tindak pidana pencucian uang,” tandasnya. (wol/data1)

Penulis: RIDIN
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan