2 kubu OKP bentrok, 25 orang diamankan polisi

Ilustrasi
Iklan

MEDAN, WOL – Dipicu persaingan rebutan lahan gararapan di Pasar 1, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, dua kubu Organisasi Kepemudaan (OKP) saling serang menggunakan senjata tajam, kayu, ketapel dan batu.

Akan tetapi perang tersebut berhasil diredam lantaran petugas kepolisian Sektor Percut Sei Tuan, yang mengetahui adanya dua kubu OKP saling serang langsung turun ke TKP.

Menurut informasi yang diperoleh di kepolisian sore ini, menyebutkan konflik perang diduga berawal dari sengketa lahan garapan, yang sudah sejak lama jadi perebutan di Pasar 1 sampai Pasar 3 Tembung, dari Eks HGU PTPN.

Karena masing-masing mengklaim merasa pemilik, sehinga terjadi bentrok antara ketua penggarap yang diusung dari OKP dengan mengumpulkan anggotanya masing-masing. Bentrok sempat terjadi antara kubu dengan perang batu.

Akibatnya, dua mobil loreng dan satu  mobil Avanza rusak parah akibat terkena lemparan batu. Selanjutnya, ketiga mobil digiring ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

iklan

Selain mengamankan tiga unit mobil dan satu kereta anggota ormas, polisi juga mengamankan 15 massa FKPPI Percut dan 10 orang massa dari PP beserta puluhan pentungan kayu, batu, ketapel dan lainnya sebagai alat perang. Ketika ditanyai masing-masing dari dua kubu OKP mengaku diserang oleh lawannya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung didampingi Kanit Shabara, AKP Luhut Sihombing yang turut meninjau ke lokasi kejadian menyebutkan, perang antara dua kubu OKP tersebut sempat pecah namun tak sampai membesar. Hal itu dikarenakan, polisi cepat meredam keduanya dan mengamankan masing-masing kubu.

“Dasar bentrok katanya dipicu masalah lahan garapan. Awal yang bersengketa ini sebenarnya antara OKP PP sendiri. Namun salah satu dari pemimpin PP yang tak senang, mengundang OKP FKPPI dan bersiap akan melakukan penyerangan juga,” jelas Kapolsek. (wol/Lihavez)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan