Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Waspada! Narkoba & Kekerasan Mengintai Pelajar, Jokowi Ajak Mencegahnya demi Mencetak Generasi Berkarakter
Presiden Jokowi memberi penyuluhan bahaya narkoba. (Foto: Sindonews)
Presiden Jokowi memberi penyuluhan bahaya narkoba. (Foto: Sindonews)

Waspada! Narkoba & Kekerasan Mengintai Pelajar, Jokowi Ajak Mencegahnya demi Mencetak Generasi Berkarakter

agregasi
agregasi

 

GENERASI muda kini menjadi target para pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya. Tindak penyimpangan yang ditularkan bisa berupa peredaran narkoba, konten pornografi, serta aksi kekerasan. Berbagai pelanggaran tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kawula muda Tanah Air karena bisa berakibat jangka panjang. Hal inilah yang sangat serius ditanggulangi oleh pemerintah. Langkahnya bisa melalui penyuluhan langsung kepada para pelajar.

Kegiatan itu pula yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta jajaran pada hari ini. Kepala Negara menghadiri acara bertema ‘Bela Negara Tanpa Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan Menuju Kejayaaan Indonesia’ terhadap 5.500 siswa-siswi sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) se-Provinsi DKI Jakarta di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Gelaran tersebut diinisiasi Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Ibu Iriana.

Kepada siswa-siswi yang hadir, Presiden Jokowi berpesan agar tidak mudah tergoda dengan iming-iming atau pemberian orang, apalagi tidak dikenal. “Anak-anakku semuanya, saya titip kalau ketemu orang tak dikenal kemudian menawarkan sesuatu, permen misalnya, anak-anak harus langsung menolaknya,” ucapnya, Rabu (11/10/2017).

Presiden Jokowi meminta kepada para siswa agar berhati-hati terhadap modus operandi tersebut. Ia juga berpesan kepada guru dan orangtua ikut mengawasi secara ketat setiap aktivitas anak, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. “Sekali lagi, belajar yang rajin. Rajin sembahyang dan olahraga,” ajaknya.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menyampaikan kegelisahannya mengenai penyalahgunaan narkoba dan obat ilegal. Ia menyatakan geram dengan pengedar dan bandar narkoba. Terlebih lagi Presiden sempat mendapat kabar tak sedap mengenai pil bernama PCC yang telah menimbulkan banyak korban.

Kemudian Presiden Jokowi juga meminta para pelajar menghindari tindakan kekerasan maupun perundungan (bullying) kepada siswa lainnya. “Selain narkoba, hindari tindak kekerasan atau bullying. Ingat tindak kekerasan akan berpengaruh kepada anak-anak sekalian,” ungkapnya.

Kepala Negara berharap dengan mencegah aksi kekerasan, negara dapat mencetak generasi yang berkarakter dan bersopan santun terhadap sesama. “Kita tidak ingin generasi yang suka kekerasan dan berperilaku kasar. Kita ingin anak-anak memiliki karakter yang sopan dan santun. Saya yakin anak-anakku generasi yang kuat tangguh dan bisa menjadi generasi yang baik di dunia,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Bidang III Sosial-Budaya OASE Kabinet Kerja Nora Tristyana Ryamizard Ryacucu mengatakan, kegiatan ini merupakan sinergitas kerja sama program Bela Negara Kementerian Pertahanan RI dengan program Sosialisasi Antinarkoba milik Kepolisian RI. Kerja sama ini juga mengaitkan institusi lain seperti Kemhan, BNN, Kemendikbud, Polri, pemda, dan lembaga-lembaga terkait yang memiliki kegiatan sosialisasi narkoba.

“Masalah narkoba ada di kerangka besar Bela Negara, dan Bela Negara adalah tugas pokok dari Kemhan sesuai undang-undang. Sehingga, saya pikir ini merupakan sosialisasi yang ideal karena program Bela Negara mencakup character building,” ujarnya di lokasi acara.

Check Also

WOL Photo

Camat Medan Sunggal Siap Dukung DPK KNPI Medan Sunggal

MEDAN, WOL – Camat Medan Sunggal, M Indra Mulia Nasution, mendukung program pemberdayaan kepemudaan yang ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.