Breaking News
Home / Warta / Mancanegara / Turun Takhta, Kaisar Akihito Melapor pada Dewa Shinto
Pangeran Naruhito bersama Kaisar Akihito (Kim Kyung-hoon/Reuters)

Turun Takhta, Kaisar Akihito Melapor pada Dewa Shinto

TOKYO, Waspada.co.id – Kaisar Akihito berdoa di sebuah kuil Jepang hari Kamis dalam sebuah ritual untuk melaporkan rencananya untuk turun takhta kepada para dewa Shinto.

Kaisar berusia 85 tahun tersebut akan turun takhta pada tanggal 30 April dimana ini adalah pertama kalinya seorang kaisar turun takhta setelah 200 tahun dan sesuatu yang langka dalam sejarah kekaisaran Jepang yang telah berusia berabad-abad.

Putra Mahkota Naruhito akan menggantikan Kaisar Akihito sebagai penerus takhta bunga krisan pada tanggal 1 Mei nanti.

Kaisar Akihito melakukan ritual yang disebut “Shinetsu no Gi” di Kuil Ise di bagian barat Jepang sebagai bagian proses pergantian takhta.

Kaisar Akihito yang mengenakan tuxedo berangkat menuju kuil, para pejabat istana bertanggung jawab untuk memegang dua pusaka kekaisaran – pedang dan permata. Pusaka yang ketiga, sebuah cermin, disimpan di kuil.

Semua pusaka itu dibawa dari istana di Tokyo dan mengiringi kaisar. Lambang kekaisaran, atau tiga pusaka, akan diserahterimakan kepada Naruhito setelah pergantian takhta ini.

Putri kaisar dan pendeta utama kuil, Sayako Kuroda, juga hadir dalam ritual itu.

Kuil Ise adalah pusat peribadatan kaisar Jepang pada masa perang dan masih menjadi daya tarik bagi para tokoh politik maupun pengusaha dewasa ini.

Para kaisar Jepang dahulunya dipercaya sebagai keturunan langsung dewi matahari, Amaterasu, yang dipuja di kuil Ise dan berada di puncak “yaoyorozu,” atau 8 juta dewa dari berbagai hal dalam kepercayaan Shinto. Ritual yang dilakukan di Kuil Ise dimaksudkan untuk keluarga kekaisaran, dan kaisar hingga tahun 1945 sekaligus adalah pendeta kepala sementara Shinto adalah agama negara dan kaisar dianggap sebagai dewa yang hidup.

Shinto, agama yang mungkin sama tuanya dengan Jepang itu sendiri, adalah perpaduan yang kaya dari kisah rakyat, pemujaan bagi segala hal yang bersifat alami dan bangsa Jepang. (voa)

Check Also

Keamanan Tokyo Diperketat Jelang Kaisar Akihito Turun Takhta

TOKYO, Waspada.co.id – Kepolisian Jepang mulai memperketat pengamanan Kota Tokyo terutama di sekitar Istana Akasaka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: