Home / Warta / Mancanegara / Turki Punya Bukti Wartawan Saudi yang Hilang Telah Dibunuh
Aktivis memegang poster Jamal Kashoggi, wartawan Arab Saudi yang hilang (REUTERS/Osman Orsal)

Turki Punya Bukti Wartawan Saudi yang Hilang Telah Dibunuh

ANKARA, Waspada.co.id – Pemerintah Turki memberitahu pejabat Amerika Serikat bahwa mereka memiliki rekaman suara dan video yang membuktikan bahwa wartawan senior dari The Washington Post asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul.

Rekaman video menunjukkan bahwa tim keamanan Saudi menahan Khashoggi setelah dia masuk konsulat untuk mendapatkan dokumen resmi pernikahannya. Setelah itu, petugas keamanan membunuhnya dan memotong tubuhnya, jelas pejabat itu.

Rekaman suara memberikan bukti yang paling persuasif dan mengerikan bahwa tim Saudi memang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

“Rekaman suara dari dalam konsulat memaparkan apa yang terjadi pada Jamal setelah dia masuk,” kata sumber anonim.

“Anda dapat mendengar suaranya dan suara pria berbicara bahasa Arab. Anda dapat mendengar bagaimana ia diinterogasi, disiksa, kemudian dibunuh,” kata dia.

Khashoggi memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Saudi, tetapi kedekatan itu berkurang saat dirinya menulis dan mengkritisi pemerintahan Saudi, khususnya kebijakan putra mahkota Mohammed bin Salman.

Berbagai bukti ini dapat menjelaskan mengapa pejabat Turki sangat cepat mengeluarkan tuduhan bahwa Arab Saudi jadi dalang dibalik pembunuhan Khashoggi.

Namun, para pejabat Turki sangat berhati-hati merilis rekaman itu. Mereka khawatir video ini bisa membocorkan bagaimana orang-orang Turki memata-matai entitas asing di negara mereka.

Masih tidak jelas apakah pejabat AS telah melihat bukti itu,tetapi para pejabat Turki telah mendekripsikan konten mereka kepada AS.

Kerjasama AS, Turki, Saudi
Presiden AS, Donald Trump menyebut dugaan pembunuhan Khashoggi merupakan hal yang mengerikan, namun ia mengimbau untuk berhenti menyalahkan.

“Kami akan segera membuat laporan. Kami bekerja dengan Turki dan bekerja dengan Arab Saudi. Apa yang terjadi merupakan hal yang mengerikan, dengan berbagai asumsi yang terjadi. Maksud saya, mungkin kita akan terkejut, tetapi entah bagaimana saya cenderung meragukannya,” kata dia.

Para pejabat intelijen AS ada keyakinan bahwa Khashoggi tewas dan arab Saudi yang harus disalahkan. Kesimpulan itu didukung dengan sebagian laporan intelijen AS sebelum hilangnya Khashoggi, Mohammed memerintahkan operasi untuk memancing Khashoggi kembali ke Arab Saudi, dimana dia akan ditahan.

Pejabat intelijen dan para ahli telah berspekulasi bahwa tim keamanan Saudi yang berjumlah 15 orang sengaja dikirim ke Istanbul untuk menangkap Khashoggi dan membawanya kembali ke Arab Saudi.

Seorang sumber yang diberikan pengarahan pada rekaman suara menunjukkan bahwa setelah tim keamanan membunuh Khashoggi, mereka pergi ke rumah Jendral Saudi. Di rumah itu, para staf telah diberitahu sebelumnya agar pulang lebih awal. Bukti lain adalah adanya satu panggilan telepon dari dalam konsulat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert mengharapkan Duta Besar Arab Saudi untuk AS untuk segera kembali dan memberikan informasi mengenai Khashoggi tanpa adanya penundaan.

“Kami telah mengatakan kepadanya bahwa kami mengharapkan informasi setelah kembali ke AS,” kata Nauret kepada wartawan. (cnn/data2)

Check Also

Senator AS Yakin Pangeran Saudi Minta Khashoggi Dibunuh

WASHINGTON, Waspada.co.id – Sejumlah senator senior Amerika Serikat semakin yakin Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: