Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Tudingan Sabotase E-KTP Tercecer Tak Terbukti: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ilustrasi

Tudingan Sabotase E-KTP Tercecer Tak Terbukti: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

agregasi
agregasi

 

MENTERI dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menuding kasus tercecernya ribuan KTP elektronik (e-KTP) di Jalan Raya Salabenda, Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, karena ada sabotase.

Tjahjo kesal lantaran anak buahnya tidak mampu menangani e-kTP yang diketahui belakangan sudah rusak dan invalid itu dengan baik.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bahwa e-KTP tersebut cetakan tahun 2013.

“Saya memerintahkan kepada Sekjen, Irjen, dan Biro Hukum (Kemendagri) untuk segera turun, lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil. Siapa yang tanggung jawab dan pasti ada unsur sabotase,” ujar Tjahjo, Minggu (27/5/2018).

Bahkan sebelum ada penyeidikan soal kasus tersebut, Tjahjo merasa yakin bahwa tercecernya e-KTP bukan karena keteledoran petugas. “Tapi sudah unsur kesengajaan,” kata Tjahjo.

Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Okezone/Fahreza

Namun setelah ditelusuri, kasus e-KTP yang berceceran itu murni karena kelalaian petugas.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif, menuturkan terdapat 6.000 e-KTP dari berbagai daerah yang diangkut menggunakan jasa ekspedisi dari Kantor Dukcapil Pasar Minggu, Jakarta Selatan ke gudang penyimpanan Kemendagri di Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

E-KTP tersebut dibawa menggunakan kardus dan diangkut dengan pikap.

“Dua kardus berisi ribuan KTP itu ditumpuk di atas meja, diikat. Selanjutnya ditutupi terpal menggunakan kendaraan pikap. Ada kemungkinan, tali pengikat longgar hingga kardus hingga terjatuh saat melintas di Jalan Bogor,” Zudan.

Ia mengatakan, bedasarkan hasil penyelidikan Polres Bogor, jatuhnya e-KTP itu murni kelalaian pihak ekspedisi dan tidak ada perbuatan melawan hukum.

Foto: Okezone/Putra Ramadhani

Polisi, kata Zudan, sudah memeriksa 17 orang, termasuk Staf Dirjen Dukcapil dan sopir kendaraan pengirim e-KTP. ‎Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.

“Dari hasil penyelidikan, belum menemukan perbuatan melawan hukum terkait tercecernya e-KTP yang terjadi di perempatan Salabenda, Sabtu kemarin,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky.

Sedangkan Ugan, warga sekitar tempat tercecernya e-KTP, menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat sebuah truk engkel melaju dari arah Kayumanis menuju Parung sekira pukul 13.30 WIB pada Sabtu (26/5/2018).

Setibanya di persimpangan Salabeda, sebuah kardus yang tengah dibawa truk tersebut terjatuh ke jalan. Warga yang menyadari hal tersebut langsung mendekati kardus yang ternyata berisi ribuan E-KTP.

Pada kolom e-KTP itu tertulis dari Sumatera Selatan dan masa berlakunya tahun 2017.

Kenapa Tak Dimusnahkan

Tjahjo mempertanyakan kenapa e-KTP yang dipastikan rusak itu tak langsung dimusnahkan, tapi malah dipindahkan dari gudang milik Ditjen Dukcapil di Pasar Minggu ke gudang di Semplak, Bogor.

“Kenapa tidak langsung dihancurkan? Lalu kok pakai mobil terbuka dan tidak dijaga walau hanya ratusan yang tercecer,” jelasnya.

“E-KTP yang rusak atau salah atau invalid harus dihancurkan atau dibakar, jangan dibawa bawa ke gudang, waspada disalahgunakan,” tegas Tjahjo.

KTP tercecer di Bogor. Foto/Ist

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk membuktikan bila benar adanya dugaan unsur sabotase dalam peristiwa terjatuh dan tercecernya e-KTP. “Kalau benar sabotase ya harus diusut sampai tuntas siapa yang menyabotase dan siapa oknumnya harus dituntut secara hukum,” jelas Taufik

Taufik menuturkan persoalan E-KTP sangat sensitif lantaran berhubungan langsung dengan data kependudukan.

“Padahal ada foto juga bahwa di gudangnya ada banyak tidak hanya satu kotak, tapi berkotak-kotak di gudang penyimpanan itu tidak dimusnahkan,” tuturnya.

Check Also

KPU dan Kemendagri Diharapkan Bertemu Selesaikan Masalah 31 Juta Pemilih

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: