Home / Warta / Mancanegara / Trump: Warga AS Siap Hadapi Badai Terkuat Dalam 3 Dekade
Warga Amerika Serikat bersiap menghadapi terjangan Badai Florence, yang disebut-sebut sebagai badai terkuat selama beberapa dekade belakangan. (Reuters/Randall Hill)

Trump: Warga AS Siap Hadapi Badai Terkuat Dalam 3 Dekade

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden AS Donald Trump yakin pemerintah federal siap menghadapi serangan badai Florence minggu ini. Badai Florence kali ini diprediksi menjadi salah satu badai paling kuat dalam hampir tiga dekade yang menghantam kawasan tengah Atlantik.

“Keamanan rakyat Amerika merupakan prioritas tertinggi saya,” kata Trump di Oval Office pada akhir pengarahan pimpinan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Badan Manajemen Darurat Federal. “Kami siap menanggung semua biaya yang diperlukan. Kami benar-benar siap.”

Ditanya wartawan apa sarannya bagi mereka yang ragu meninggalkan daerah-daerah yang diminta mengungsi atau dari rumah mereka, presiden menjawab: “Itu sangat berisiko. Kita belum pernah menyaksikan badai seperti ini di Pantai Timur, setidaknya semua orang harus mengungsi.”

Hampir 1,5 juta orang diperintahkan mengevakuasi bagian-bagian pantai tenggara AS sementara badai kuat menuju pantai. Perintah evakuasi wajib diberikan kepada bagian-bagian pesisir negara bagian South Carolina, North Carolina dan Virginia.

“Mereka belum pernah menyaksikan badai apapun seperti yang akan melanda selama 25, 30 tahun terakhir mungkin juga selamanya,” kata presiden. “Ini sangat besar dan sangat lebat.”

Florence akan menjadi “peristiwa yang menghancurkan bagi kedua negara bagian Carolina dan juga berpotensi di Virginia,” kata pejabat FEMA Brock Long.

Para penduduk menutup jendela-jendela dengan kayu dan menumpuk karung-karung berisi pasir sebagai upaya antisipasi Badai Florence yang diperkirakan akan menerjang pada Kamis (14/9).

Tower Seven, pemilik restoran Meksiko lokal, bahkan sudah menutup gerainya dan menggantung tanda untuk memperingatkan pengunjung agar waspada sejak Selasa (11/9).

Seorang pelanggan bernama Jim Wenning membantu para petugas mempersiapkan restoran Tower Seven menghadapi serangan badai Florence.

“Kami belum melihat badai seperti ini sejak tahun 50an. Situasi kacau balau,” kata pekerja konstruksi itu.

Tinggal di sekitar wilayah pedalaman, Jim sendiri belum meninggalkan kediamannya meski pemerintah sudah memerintahkan evakuasi.

“Saya akan pindah jika kecepatan angin mencapai 209 kilometer per jam karena rumah saya akan tersapu angin topan,” katanya.

Sementara itu, satu pasangan yang tinggal di wilayah pantai Wrightsville selama 7 tahun juga terlihat membenahi rumahnya menyusul peringatan badai yang mendekati North Carolina.

“Kami sudah tiga kali terkena banjir, tapi situasi ini akan berubah,” kata Greg Cook yang tinggal bersama pasangannya.

“Para warga biasanya meremehkan ancaman badai dan menganggap bahwa badai akan bergerak ke arah utara. Sekarang semuanya mengantisipasi Badai Florence dan dampaknya akan buruk.”

Para penduduk akan berpacu dengan waktu untuk mengungsi menuju kota Pelabuhan Wilmington saat jembatan penghubung diangkat pada Rabu mendatang (12/9). (voa/cnn/data2)

Check Also

Akankah Perang Dagang China-AS Segera Berakhir?

BEIJING,Waspada.co.id – China juga menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri ketegangan perang dagang dengan Amerika Serikat. Menteri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: