Breaking News
Home / Warta / Mancanegara / Trump Tuding China Anggap Amerika Bodoh
foto: Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Yuri Gripas)

Trump Tuding China Anggap Amerika Bodoh

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding China telah menganggap Amerika Serikat “bodoh”. Dia pun bersumpah akan terus “menyakiti” perekonomian China dengan kebijakan perdagangannya yang proteksionis.

“Mereka (China) hidup terlalu baik dalam waktu yang terlalu lama, sejujurnya, saya merasa mereka berpikir bahwa orang Amerika adalah orang bodoh. Orang Amerika bukan orang bodoh,” kata Trump dalam wawancaranya bersama Fox, Kamis (11/10).

Dalam kesempatan itu, Trump turut “menyombongkan” kebijakannya yang telah menampar produk-produk impor China dengan tarif hingga US$250 miliar.

Dia menganggap kebijakan perang dagangnya itu telah “berdampak besar” melemahkan perekonomian Negeri Tirai Bambu.

“Ekonomi mereka (China) telah turun secara substansial,” ujar Trump. “Banyak yang harus saya lakukan jika ingin melakukannya. Saya tidak ingin melakukannya, tapi mereka harus dibuat datang ke meja kita.”

Dia juga menuduh para pendahulunya yakni Presiden Barack Obama dan Presiden George W Bush “membiarkan China lepas kendali” dengan perekonomiannya.

“Kami tidak akan membayar US$500 miliar per tahun ke China dan membangun China kembali,” kata Trump yang mengacu pada total impor tahunan produk China ke AS seperti dikutip AFP.

“Kami telah membantu membangun kembali China dan dari faktor-faktor lainnya. Kami telah membantu membangun China kembali. Saya katakan langkah seperti itu sudah berakhir.”

Belakangan Trump terus menekan China supaya mau mengurangi defisit perdagangan kedua negara dengan meningkatkan penjualan produk AS di negara tersebut.

Pemberlakukan tarif juga disebut Trump dilakukan sebagai peringatan terhadap China agar berhenti mencuri kekayaan intelektual secara luas terhadap bisnis-bisnis AS.

China merespons manuver Trump tersebut dengan turut memasang tarif balasan terhadap produk AS.

Trump menganggap langkah balasan China itu merupakan salah satu upaya pemerintahan Presiden Xi Jinping untuk mempengaruhi pemilihan Kongres AS bulan depan.

Dana Moneter Internasional (IMF) menganggap perang dagang memang menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi China pada 2019 mendatang. IMF menyebut perang dagang membuat laju pertumbuhan ekonomi China untuk setahun ke depan menjadi yang paling lambat sejak 1990.

Tak hanya China, IMF juga menilai perang dagang turut memperlambat laju ekonomi global secara keseluruhan, termasuk perekonomian AS sendiri. (cnn/data2)

Check Also

Momen Penyiksaan Jurnalis Saudi Disebut Terekam di Apple Watch

ANKARA, Waspada.co.id – Surat kabar Turki pada Sabtu (13/10) menulis bahwa wartawan Arab Saudi dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: