Home / Warta / Mancanegara / Trump Sebut Buku Jurnalis Senior Tentang Upaya Makar, ‘Lawakan’
Donald Trump mengecam buku karya Bob Woodward yang menggambarkan kekacauan kepemimpinannya di Gedung Putih. (Courtesy of Simon & Schuster UK, 2018 via books.google.co.id)

Trump Sebut Buku Jurnalis Senior Tentang Upaya Makar, ‘Lawakan’

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden AS Donald Trump menyebut buku karya wartawan veteran Bob Woodward yang merinci kekacauan di dalam Gedung Putih sebagai lawakan.

Buku berjudul Fear: Trump in the White House akan mulai di jual di Amerika Serikat pada Selasa (11/11), setelah seminggu dipromosikan dengan cuplikan bocoran isinya dan wawancara yang menggambarkan Trump sebagai orang kacau berbahaya dan tidak tahu apapun.

Presiden Trump melakukan serangan awal lewat cuitannya di Twitter yang menyebut cerita Woodward dalam buku itu hanya fiksi. Woodward menggambarkan pembantu-pembantu Trump yang frustasi berusaha keras menahan sifat impulsif presiden yang sembarangan.

“Buku Woodward adalah Lawakan – satu serangan lagi terhadap saya dari serangakaian serangan, sekarang mempergunakan sumber-sumber tak bernama dan tak diidentifikas yang tidak terbukti,” cuit Trump.

“Banyak orang yang mengatakan kutipan mereka, seperti buku itu sendiri, adalah fiksi. Dems (demokrat) tidak mau mengaku kalah. Saya akan menulis buku yang sebenarnya!”

Woodward dikenal sebagai wartawan peliput presiden Amerika Serikat. Dia terkenal karena artikel-artikel yang mengungkap skandal Watergate yang berujung pada pengunduran diri Presiden Richard Nixon pada 1974.

Dalam buku itu, Trump dikutip menghina anggota kabinetnya, menyebut Jaksa Agung Jess Sesion sebagai terbelakang mental dan menyebut mantan kepala staf Gedung Putih Reince Priebus sebagai ‘tikus kecil.’

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan bahwa presiden Trump memiliki kapasitas mental ‘anak kelas lima atau enam’, sementara Kepala Staf John Kelly dikutip menyebut Trump sebagai ‘orang idiot.’

“Kita ada di Kota Gila,” kata Kelly kepada sekelompok orang kepercayaanya seperti dikutip buku Woodward. “Saya bahkan tidak tahu kenapa kita ada di ini. Ini adalah pekerjaan terburuk yang saya pernah pegang.”

Mattis, Kelly dan pembantu senior Trump lain menyangkal pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

“Saya berbicara tidak dengan gaya dalam kutipan itu. Jika seperti itu, saya tidak akan terpilih sebagai presiden. Kutipan-kutipan itu hanya karangan,” ujar Trump minggu lalu sembari menyebut buku itu penipuan.

Gambaran buruk yang diuraikan dalam buku tersebut diperkuat dengan penerbitan artikel opini harian New York Times oleh pejabat senior pemerintahan Trump yang tidak diidentifikasi.

Penulis ini menyebut rekan-rekannya sesama pembantu Trump berusaha keras membatasi dampak buruk yang berpotensi timbul akibat keputusan sembrono presiden.

Trump yang marah dengan tulisan tak bernama itu, Trump mendesak Jaksa Agung Sessions melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas penulis itu dengan merujuk pada alasan “keamanan nasional”.

New York Times menyebut penyelidikan itu adalah penyalahgunaan kekuasaan pemerintah.

Namun, pada Senin (19/9), Gedung Putih kembali menegaskan langkah untuk mempelajari apakah ada hukum yang dilanggar oleh penulis artikel opini itu.

“Terserah pada Departemen Kehakiman untuk mengambil keputusan dan kami akan meminta mereka mempelajarinya,” ujar Jubir Gedung Putih Sarah Sanders kepada wartawan.

“Jika individu-individu itu hadir dalam rapat yang membicarakan keamanan nasional atau isu penting lain, dan akan menjadi penuh problema jika mereka mencoba merongrong kubu eksekutif,” (cnn/data2)

Check Also

Polemik Kedubes di Israel, Elite Politik Australia Berselisih

CANBERRA, Waspada.co.id – Perdana Menteri Australia, Scott Morrison nampak geram dengan sikap pendahulunya, Malcolm Turnbull. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: