Home / Warta / Mancanegara / Trump Sebut Amerika Minta Maaf kepada Hakim MA Pilihannya
Donald Trump Presiden AS (REUTERS/Kevin Lamarque)

Trump Sebut Amerika Minta Maaf kepada Hakim MA Pilihannya

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat berhutang maaf kepada Brett Kavanaugh. Terutama sejak drama jajak pendapat di Senat berlangsung ketat. Jajak pendapat ini akan dilakukan akhir pekan kemarin untuk memungut suara terkait pemilihan hakim Mahkamah Agung.

Kavanaugh lolos sebagai salah satu hakim MA setelah jajak pendapat Senat menyetujui pencalonannya dengan suara 50-48. Selisih suara itu menjadi yang paling ketat dalam satu dekade terakhir.

Dalam upacara pelantikan hakim di Gedung Putih, Trump berdiri di samping Kavanaugh dan mengatakan dia meminta maaf atas nama negara terkait segala penderitaan yang dialami hakim pilihannya itu selama konfirmasi Senat, termasuk tudingan skandal pelecehan seksual.

Trump mengatakan Kavanaugh “terbukti tidak bersalah” dari tuduhan seks selama ini yang terancam menjegal pencalonannya dan turut menyebabkan perpecahan politik di Negeri Paman Sam.

“Atas nama bangsa Amerika, saya ingin meminta maaf kepada Brett dan seluruh keluargnya untuk penderitaan dan kesakitan yang selama ini terpaksa Anda alami,” kata Trump pada Senin (9/10) seperti dikutip AFP.

Pencalonan Kavanaugh menjadi yang paling kontroversial dalam sejarah AS. Sebab sebelum pemilihan, pria 53 tahun itu sempat terjerat masalah pelecehan seksual dan dugaan pemerkosaan.

Dalam kesempatan itu, Trump masih menganggap drama pencalonan hakim MA kemarin sebagai pertarungan politik antara Demokrat dan partainya, Republik.

Dia menganggap Demokrtat “jahat” dan tudingan pelecehan seksual terhadap Kavanaugh sebagai “tipuan” belaka.

Trump menyebut dia tidak akan pernah membawa persaingan politik ke peradilan tertinggi itu.

“Mahkamah Agung adalah tim yang terdiri dari sembilan hakim. Dan saya akan selalu menjadi pemain tim dalam tim tersebut. Proses konfirmasi Senat kemarin adalah perdebatan yang emosional. Proses itu sekarang sudah berakhir,” ucap Trump.

Skandal seks Kavanaugh menjadi sorotan publik AS setelah dua perempuan mengaku pernah menjadi korban pelecehannya, salah satu saksi itu ialah seorang profesor psikologi di Universitas Palo Alto, Christine Blasey Ford.

Ford sempat bersaksi di hadapan Senat. Dalam kesaksiannya, Ford mengaku dilecehkan oleh Kavanaugh pada 1982, ketika keduanya masih bersekolah di Maryland. Kala itu, Kavanaugh masih berusia 17 tahun, sementara Ford dua tahun lebih muda.

Ford mengklaim bahwa saat itu Kavanaugh mencoba membuka bajunya ketika sedang mabuk di sebuah pesta. (cnn/data2)

Check Also

Anugerahi Mantu Trump Penghargaan Tertinggi, Pemerintah Meksiko Banjir Kritik

MEXICO CITY, Waspada.co.id – Pemerintahan Meksiko yang akan digantikan mendapat kritik keras dari media sosial ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: