_
Home / Warta / Mancanegara / Trump: Amerika Mundur dari Perjanjian Perdagangan Senjata
Presiden Trump (Reuters)

Trump: Amerika Mundur dari Perjanjian Perdagangan Senjata

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Donald Trump mengaku akan menarik Amerika Serikat dari Perjanjian Perdagangan Senjata Internasional (ATT). Perjanjian tersebut, ditandatangani AS di bawah masa kepemimpinan Barack Obama pada 2013, bertujuan mengatur penjualan senjata antar negara.

Asosiasi Senapan Nasional AS atau NRA mengkritik langkah Obama, karena dinilai sebagai bentuk pengendalian senjata bertaraf internasional. NRA menyebut ATT sebagai ancaman terhadap Amandemen Kedua dalam konstitusi AS yang mengatur hak kepemilikan senjata api.

Berbicara dalam acara tahunan NRA, Trump mengaku akan meminta Senat AS untuk tidak meratifikasi perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.

AS adalah salah satu negara pengekspor terbesar senjata api. Penjualan senjatanya 58 persen lebih tinggi dari Rusia yang berada di urutan kedua dalam hal ekspor senjata api.

“Kita akan kembali ke ciri khas negara kita,” kata Trump dalam pertemuan NRA di Indianapolis, dikutip dari laman BBC, Sabtu (27/4). Ia mengatakan PBB akan segera menerima pemberitahuan resmi dari AS mengenai rencana penarikan diri dari ATT.

“Di bawah pemerintahan saya, kita tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan Amerika kepada siapapun,” tegas Trump. “Kita tidak akan membiarkan birokrat asing menginjak-injak kebebasan Amandemen Kedua,” lanjutnya.

Dalam pernyataan pers yang dirilis usai pidato Trump, Gedung Putih mengatakan ATT “gagal menangani berbagai masalah terkait penjualan senjata” di panggung internasional.

Gedung Putih menyebut kegagalan penanganan masalah senjata ini karena negara 10 besar pengekspor senjata, termasuk Rusia dan Tiongkok, tidak ikut menandatangani ATT.

Sementara legislasi pro-senjata umumnya mandek di Kongres, Presiden Donald Trump, Jumat (26/4), mengatakan ia menarik Amerika keluar dari perjanjian internasional tentang perdagangan senjata.

Kepada Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA), Trump mengatakan, perjanjian itu “sangat salah arah.”

Trump mengumumkan itu sementara bertekad memperjuangkan hak-hak memiliki senjata api dan meminta anggota kelompok pro-senjata api terbesar itu – yang kesulitan mempertahankan pengaruhnya – agar mendukung upayanya untuk terpilih kembali menjadi presiden.

Trump mengatakan ia akan mencabut status Amerika sebagai penandatangan Perjanjian Perdagangan Senjata PBB, yang mengatur perdagangan internasional senjata konvensional, mulai dari senjata api ringan hingga tank tempur, pesawat tempur, dan kapal perang.

Presiden Barack Obama menandatangani pakta itu pada 2013, tetapi belum diratifikasi anggota Kongres Amerika. Pakta itu sudah sejak lama ditentang NRA.

Langkah Trump menentang perjanjian itu dilakukan selagi Trump berusaha memompakan semangat kepada organisasi yang sangat penting bagi kemenangannya pada 2016 lalu. (medcom/data2)

Check Also

Trump Dijadwalkan Bertemu Presiden Korsel Akhir Juni, Apa yang Dibahas?

WASHINGTON DC, Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menemui Presiden Korea Selatan Moon ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: