_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Tokoh Agama Minta Mahasiswa Studi di Luar Papua Tak Mudik
foto: kompas

Tokoh Agama Minta Mahasiswa Studi di Luar Papua Tak Mudik

JAYAPURA, Waspada.co.id – Mantan Ketua Gereja Sinode Papua, Pdt Alberth Yoku, sangat menyayangkan kembalinya sekitar ratusan mahasiswa asal Papua dari kota studinya.

Pdt Alberth Yoku yang juga Ketua Tim 61 Tokoh Papua yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu di Istana Negara, menyebutkan harusnya para mahasiswa yang pulang ke Papua itu ingat akan masa depannya.

“Mereka harus ingat, masa depan Papua itu adalah mereka. Ijazah itu sangat penting,” katanya, Sabtu (21/9).

Yoku mengakui, sebelum bertemu Presiden Jokowi, pihaknya telah bertemu berbagai mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dikatakan, mereka memiliki prinsip diutus orang tua untuk menempuh pendidikan tinggi dengan harapan mendapat ijazah.

“Harus diikuti prinsip itu. Bersusah-susah dahulu baru senang kemudian. Mau hujan anginkah, makan tidak makan harus berjuang dulu. Ingat, orang tua ingin anaknya sukses,” ucapnya menyayangkan mahasiswa mesti meninggalkan kota studinya akibat provokasi.

“Mahasiswa harus berani mengambil keputusan untuk tidak ikut-ikutan. Harus diingat juga, kalau mau jadi seperti Bapak Lukas Enembe atau gubernur ke depan, tanpa ijazah maka tidak bisa menjadi pejabat. Mereka harus mengambil keputusan pribadi yang strategis untuk masa depannya,” sambung Yoku.

“Kalau mereka tidak mau pulang, ya dia mengorbankan masa depannya. Kalau mereka mau menjadi pegawai negeri, ijazah yang menentukan. Semua dari situ, rugi sekali kalau mereka tidak lanjut studi,” tuturnya.

Dalam pertemuan 61 tokoh Papua dan Papua Barat dengan Presiden Jokowi, beberapa kesepakatan pemerintah tercipta. Kaitannya dengan mahasiswa, ke depan akan dibangun Asrama Mahasiswa Nusantara.

“Akan ada instruksi Presiden, para mahasiswa nanti akan ditangani pemerintah setempat, ini kemudian disebut Asrama Nusantara. Alhasil, tidak ada ego kedaerahan, ego suku, dan lainnya, namun menjadi ego nusantara,” ucapnya.

Sekadar diketahui, ratusan mahasiswa Papua yang berada di Manado dan Jawa telah pulang ke Papua. Kepulangan mereka ini menyusul adanya Maklumat MRP dan seruan Gubernur Papua pascakasus persekusi di Surabaya lalu.

Kasus telah mulai redup dengan penetapan beberapa orang yang disinyalir menjadi pelaku persekusi. Namun, diduga akibat terkontaminasi dengan Kelompok KNPB, hingga gelombang kepulangan mahasiswa tersiar telah mencapai seribuan mahasiswa. (wol/aa/okz/data1)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Relawan Jokowi Calonkan Putra Sumut Jadi Kepala BIN

MEDAN, Waspada.co.id – Jajaran Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) melihat pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono sebagai salah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.