Breaking News
Home / Warta / Politik / Tim Gabungan Dibentuk Mengusut Kasus Novel, Fadli Zon: Ini Sinyal Ada Masalah!
Wakil Ketua DPR Fadli Zon
Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Tim Gabungan Dibentuk Mengusut Kasus Novel, Fadli Zon: Ini Sinyal Ada Masalah!

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Kapolri Jendral Tito Karnavian mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Tim Gabungan Polri-KPK guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai pembentukan Tim Gabungan Polri-KPK ini menandakan adanya masalah dalam pengungkapan peristiwa yang terjadi pada April 2017 lalu.

“Kenapa perlu tim gabungan karena berarti ada masalah. Kenapa ini sampai hampir empat bulan tapi tidak ada satu penyelesaian. Saya kira ini satu sinyal, memang ada masalah di dalam pengungkapan ini,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

Fadli berharap, pembentukan tim gabungan Polri-KPK ini merupakan bentuk keseriusan Presiden Joko Widodo untuk mengungkap kasus penyiraman air keras ini sehingga bisa diketahui pelaku dan motif penyerangan.

“Ini kan masalah penegakan hukum yang sederhana. Ada satu tindak pelanggaran hukum dalam satu teror penyiraman air keras, tinggal disungkap siapa yanh melakukannya. Sebetulnya kalau ini bisa diungkap lebih cepat akan lebih bagus,” tutur Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga berharap pembentukan tim gabungan Polri-KPK ini bisa menjadi jaminan bahwa kasus ini dapat segera terungkap. Pasalnya, menurut Fadli bukti-bukti awal telah didapat seperti rekaman CCTV saat penyiraman yang berlangsung usai Novel menjalankan ibadah Salat Subuh.

Fadli menambahkan tak perlu adanya pelibatan masyarakat atau sipil seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengungkap kasus ini. Pasalnya kasus ini hanyalah kasus sederhana yang tak perlu dibesar-besarkan.

Namun, bila sampai dibentuk tim gabungan KPK-Polri, tegad Fadli ada masalah dalam pengungkapan kasus ini selama hampir empat bulan. “Mestinya kalau memang kita bisa menegakkan hukum secara imparsial tidak perlu dibentuk seperti ini karena bisa menimbulkan satu pertanyaan baru kenapa sampai dibentuk seperti ini,” ungkap Fadli.

Kapolri Tito Karnavian sebelumnya menyatakan, Tim Gabungan Polri-KPK akan bekerjasama secara terbuka untuk saling memberikan informasi yang berkaitan dengan kasus teror keji terhadap penyidik lembaga antirasuah tersebut. “‎Polri secara terbuka ingin membentuk tim gabungan baik tim lidik dan tim analisnya. Kita terbuka untuk itu,” kata Tito saat memberikan keterangan persnya usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kepresidenan, Jakarta.

Tito menjelaskan, Tim Gabungan Polri-KPK ini berbeda dengan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) seperti yang diinginkan publik. Pasalnya, hasil dari investasi Polri dan KPK akan dapat menjadi alat pembuktian yang dapat menjerat pelakunya. “‎Ini tim investigasi dan bukan TGPF yang tidak pro-justitia dan hasilnya akan dijadikan bukti untuk pembuktian. Sehingga dapat dilakukan investigasi untuk penyidik dalam menangkap pelakunya,” jelas Tito.

Check Also

foto: kompas

Menperin : SDM industri Aset Kemandirian Ekonomi

JAKARTA, WOL – Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset penting untuk turut mendorong pembangunan ekonomi ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.