Newsticker
WOL / Warta / Mancanegara / Temui Putin, Duterte Adukan Kelakuan Negara Barat
Presiden Duterte dan Putin. (Foto: AP)
Presiden Duterte dan Putin. (Foto: AP)

Temui Putin, Duterte Adukan Kelakuan Negara Barat

agregasi
agregasi

 

LIMA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte akhirnya bisa bertemu dengan idolanya, Presiden Rusia Vladimir Putin. Kesempatan itu datang di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima, Peru pada Sabtu 19 November waktu setempat.

Dalam perbincangan hangat tersebut, Digong –julukan Duterte- tak segan-segan mengadukan kelakukan negara barat kepada Putin. Dia menyebut, Amerika Serikat dan sekutunya sebagai negara yang munafik dan suka mem-bully (merundung) negara kecil.

“Saya sangat menanti pertemuan dengan Anda, Bapak Presiden. Bukan saja karena Anda mewakili suatu negara yang besar, tetapi juga karena kepemimpinan Anda,” demikian Duterte membuka percakapannya dengan Grey Cardinal, seperti dinukil dari Asian Correspondent, Minggu (20/11/2016).

Terkenal kasar dan seorang penegak hukum yang tegas, sejumlah media menggambarkan Duterte bersikap seperti adik kecil yang bertemu kakaknya. Beberapa mengungkapnya seperti anak-anak ketika berhadapan dengan Putin.

Dia terus mengadukan keluh kesahnya tentang negara-negara barat yang kebanyakan juga memusuhi Rusia. The Punisher menyampaikan kepada Putin, ketidaksukaannya terhadap intervensi asing yang suka memaksa Filipina mengirim tentara ke medan tempur.

“Itu lah yang salah dengan AS dan sekutu-sekutunya. Berperang di banyak tempat, sebut saja Vietnam, Afghanistan, Irak. Mereka berperang untuk satu alasan sederhana, mencegah negara-negara itu mengembangkan senjata pemusnah massal, yang sebenarnya tidak ada,” pungkasnya.

Setelah puas mengkritik Negeri Paman Sam, Duterte tak lupa menyampaikan persoalan narkoba di yang tengah diperanginya di dalam negeri.

Di sisi lain, karena ini merupakan pertemuan pertama mereka, Putin mengucapkan selamat atas keterpilihan Duterte. Dia juga senang karena mantan Wali Kota Davao tersebut mau mengeratkan hubungan dengan Negeri Beruang Merah.

“Bapak Presiden (Duterte), tahun ini menandai 40 tahun terjalin kembalinya hubungan diplomatik negara kita. Bagi sejarah, itu merupakan waktu yang amat singkat,” balas Putin.

Keduanya lantas berjanji untuk terus memperkukuh kerjasama dan menumbuhkan rasa saling menghormati satu sama lain. Tidak hanya secara personal, tetapi lebih kepada persoalan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Baca Juga

Istimewa

Trump-Putin Akan Lakukan Pembicaraan Perdana

MOSKOW,WOL – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana melakukan pembicaraan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.