Home / Warta / Politik / Survei LSI: Jokowi Kuat Tapi Belum Aman di Pilpres 2019
foto: Okezone

Survei LSI: Jokowi Kuat Tapi Belum Aman di Pilpres 2019

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Peneliti Lingkaran Survei Indonesua Adjie Alfaraby menyebutkan nama Presiden Joko Widodo kuat dalam pencalonan presiden 2019 mendatang. Pun begitu Adjie mengatakan Jokowi belum aman untuk kembali menjabat sebagai presiden.

“Jokowi kuat tapi belum aman, jika dilihat dari persepsi keberhasilan dan tingkat kepuasan baik namun belum aman karena ada tiga isu yang harus diselesaikan ekonomi, primordial, dan elektabilitas yang masih dibawah 50 persen,” kata Adjie di Kantor LSI Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat, (2/2/2018).

Dari hasil survei LSI kata Adjie elektabilitas Jokowi sebesar 48.50 persen dan masih ada dukungan sebesar 41.20 persen yang menyebar kepada para kandidat lainnya, dan 10.30 persen masih belum menentukan pilihan. Selain itu kepuasan terhadap kinerja Jokowi sebagai presiden diatas 70 persen. Sementara ada 21.30 persen publik yang menyatakan kurang puas.

Untuk itu, kata isu ekonomi menarik bagi penantang Jokowi melihat harga sembako yang mahal. Dalam jumlah besar kata Dia, publik tak puas dengan kondisi ekonomi masalahnya, isu ekonomi adalah isu terpenting yang membuat pertahana terpilih atau dikalahkan.

“Sebesar 52.6 persen responden menyatakan harga-harga kebutuhan pokok makin memberatkan mereka. Sebesar 54.0 persen menyatakan lapangan kerja sulit didapatkan. Dan sebesar 48.4 persen responden menyatakan pengangguran semakin meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi rentan pula terhadap isu primordial. Menururnya, kekuatan dan isu Islam politik diprediksikan akan mewarnai Pilpres 2019 seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta, dalam kadar berbeda. “Islam politik itu terminologi untuk segmen pemilih yang percaya, yakin hakul yakin, politik tak bisa dipisahkan dari agama,” tuturnya

Untuk pemilih Indonesia kata Adjie, jumlah segmen Islam Politik cukup besar. Sebesar 40.7 persen publik menyatakan tidak setuju agama dan politik dipisahkan. Sementara 32.5 persen publik menyatakan agama dan politik harus dipisahkan.

“Dari mereka yang menyatakan agama dan politik harus dipisahkan, mayoritas (58.6%) mendukung kembali Jokowi sebagai presiden. Sementara mereka yang tidak setuju agama dan politik harus dipisahkan mayoritas mendukung capres lain diluar Jokowi (52.1 %). Walaupun Jokowi juga masih memperoleh dukungan sebesar 40.8 % di segmen ini,” tambahnya.

Adjie menambahkan, merebaknya isu buruh negara asing atau tenaga kerja yang berasal dari Cina di tengah sulitnya lapangan kerja dan tingginya pengangguran di berbagai daerah, isu tenaga kerja asing sangat sensitif.

“Isu ini secara nasional memang belum populer karena belum banyak publik tahu. Survei menunjukan baru 38.9 % pemilih mendengar isu ini. Dari mereka yang mendengar, 58.3 % menyatakan sangat tidak suka dengan isu itu. Hanya 13.5 % yang menyatakan suka,” paparnya.

Jadi, tiga isu ini akan menjadi tiga isu kunci yang menentukan kemenangan Jokowi dalam pilpres nanti.

“Jokowi akan makin kuat dan perkasa jika tiga isu ini dikelola dengan baik. Dan sebaliknya Jokowi akan melemah jika tiga isu ini terabaikan. Apalagi jika tiga isu itu digoreng, bulak balik, oleh lawan politik,” tutupnya.

Check Also

Gerindra Nilai Sandiaga Lebih Cocok Disebut Santri

JAKARTA, Waspada.co.id – Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyebut pasangan capresnya, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: