Home / Warta / OJK / Sumut Bangkit Bersama OJK KR5
viva

Sumut Bangkit Bersama OJK KR5

Agregasi
Agregasi

 

MEDAN, WOL – Dampak pengetatan ekonomi yang belum berakhir sejak setahun lalu, mendorong semua pihak terus menyusun strategi menyiasati agar mencapai pertumbuhan terbaik melalui berbagai kesempatan.

Dari sisi fiscal, pemerintah pusat telah mengeluarkan beberapa paket ekonomi sejak 9 September 2015. Hingga kini, paling tidak sudah terdapat 10 paket kebijakan ekonomi, dan yang terakhir dikeluarkan pada tanggal 27 Mei 2016.

Sementara itu, dari sisi moneter, Bank Indonesia bersama OJK bersinergi menerbitkan kebijakan/regulasi yang berupaya mempertahankan kestabilan pertumbuhan ekonomi dan industri keuangan Indonesia.

Menyikapi hal dimaksud, dan sesuai arahan Presiden RI (Bapak Jokowi) agar pemerintah daerah juga bersinergi terhadap program ekonomi pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara atau lazim dikenal dengan OJK KR5 Sumbagut, turut mendukung program dimaksud.

Diawali dengan berbagai latar belakang, antara lain: Pengetatan kondisi ekonomi, dan realisasi indeks literasi sektor jasa keuangan masyarakat yang relatif rendah, diperlukan terobosan untuk mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan industri jasa keuangan di Sumatera Utara (Sumut) sehingga dapat dirumuskan strategi outcomes yang efektif yang tidak hanya bagi kemajuan industri keuangan itu sendiri, tetapi lebih penting dari itu adalah untuk mendukung program pembangunan Sumatera Utara.

“Gayung bersambut”, respon positif disampaikan industri jasa keuangan yang menginginkan akselerasi akses keuangan melalui wadah komunikasi yang lebih komprehensif. Pada tanggal 18 Februari 2016, bersamaan dengan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2016, OJK KR5 Sumbagut menginisiasi dan merealisasikan pembentukan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara (Forkom IJK Sumut).

Sesuai arahan yang disampaikan Kepala Regional 5 OJK Sumbagut, Ahmad Soekro Tratmono, forum ini bertujuan mensinergikan aksi strategis industri jasa keuangan di Sumut agar prioritas mendukung misi pembangunan daerah, pengembangan start up business lokal, dan penguatan edukasi dalam rangka perluasan akses informasi industri jasa keuangan di Sumut.

Bertindak sebagai Pengarah, OJK KR5 Sumbagut bertugas mengarahkan seluruh kepengurusan Forkom IJK Sumut termasuk proses perumusan program kerjanya. Forkom ini bekerja berdasarkan solidaritas dan kesadaran bersama sehingga tidak memerlukan iuran wajib dari anggotanya.

“Niat baik semoga diberkati”, demikian pribahasa berbunyi. Melalui arahan tertulis Kementerian Dalam Negeri tanggal 19 Februari 2016 agar setiap daerah mampu membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) selambat-lambatnya akhir tahun 2016, maka pada tanggal 28 Maret 2016 kembali OJK KR5 Sumbagut menginisiasi dan merealisasikan pembentukan TPAKD Provinsi Sumatera Utara.

Tim ini dipimpin oleh Gubernur Sumatera Utara bersama OJK KR5 dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, sedangkan kepengurusannya berasal dari seluruh Sekda Provinsi, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumatera Utara, perwakilan asosiasi IJK, dan Forkom IJK Sumut.

Tidak hanya berlatar belakang perintah tertulis, tetapi kesadaran akan pentingnya antisipasi terhadap pengetatan ekonomi global bagi kontinuitas pertumbuhan ekonomi daerah penopang ekonomi nasional, ketahanan sektor UKM pada saat krisis keuangan sebelumnya, perlu fokus efisiensi pembiayaan barang dan jasa untuk menguatkan daya beli masyarakat, perlu peningkatan akses keuangan masyarakat Sumut, perlu akses sumber dana lokal untuk pembiayaan pembangunan daerah a.l utilitasi kawasan Sei Mangke dan Kemaritiman di Pantai Timur Sumatera, menjadi latar belakang sekaligus tujuan yang semakin menguatkan signifikansi TPAKD bagi Sumut.

Sejak pembentukannya, OJK KR5 dan seluruh anggota TPAKD secara simultan membahas usulan rekomendasi bagi percepatan dan perluasan akses keuangan di Sumut. Dalam tataran yang lebih sempit, OJK KR5 Sumbagut menginisiasi pembentukan APEX BPR di Sumut. Pada tanggal 15 April 2016 dan bertempat di Parapat, OJK KR5 Sumbagut meresmikan pembentukan APEX BPR.

Latar belakang pembentukannya yaitu untuk mensinergikan strategi ekspansi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan strategi ekspansi BPR sehingga mampu terbentuk akses keuangan yang lebih luas, menjadi “orang tua asuh” bagi pengembangan industri jasa keuangan yang fokus pada sektor UKM, serta efisiensi yang lebih baik dalam penyaluran dana bagi kepentingan ekonomi, khususnya di wilayah remote area yang minim jaringan kantor bank umum. (wol/eko/data2)

Check Also

Memahami ROA, ROE dan Earning Per Share Bank Sumut (Bagian 4)

Oleh Armin Rahmansyah Nasution WOL – Gubsu HT Erry Nuradi sebelumnya sudah menyatakan agar pemerintah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: