Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Suap Dana Perimbangan Daerah, Anggota DPR Sukiman Ditetapkan Tersangka
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Okezone)

Suap Dana Perimbangan Daerah, Anggota DPR Sukiman Ditetapkan Tersangka

agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Anggota DPR RI periode 2014-2019, Sukiman (SKM) sebagai tersangka. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditetapkan sebagai tersangka suap dana perimbangan daerah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Selain Sukiman, KPK juga menetapkan satu tersangka lainnya yakni, Pelaksana Tugas dan Penanggung Jawab Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba (NPA). Sukiman ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan ‎Natan, diduga sebagai pemberi suap.

“Dari proses penyelidikan yang dilakukan sejak Oktober 2018 ini, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan penanganan perkara ke penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Saut menjelaskan, awalnya kasus ini bermula saat pihak Pemkab Pegunungan Arfak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ‎Ruang mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017, ke Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu).

Kemudian, Natan bersama seorang pengusaha rekanan meminta bantuan ke Kemenkeu. Pihak Kemenkeu lantas meminta bantuan kepada Sukiman. Diduga, Natan menyuap Sukiman untuk mengatur penetapan alokasi anggaran dana perimbangan APBNP 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

“NPA ‎diduga memberi uang dengan tujuan mendapatkan alokasi Dana Perimbangan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak,” ujarnya.

Sukiman diduga menerima uang suap sebesar Rp2,65 miliar dan USD22 ribu dari Natan. Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen fee sebesar 9 persen ‎terkait dana perimbangan yang dialokasikan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

“SKM diduga menerima suap antara Juli 2017 sampai dengan April 2018 melalui beberapa pihak sebagai perantara,” katanya.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, Sukiman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Natan, disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Check Also

Najib Razak Kembali Dijatuhi Tiga Dakwaan Pencucian Uang

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, kembali dijatuhi tiga dakwaan baru ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: