Breaking News
Home / Warta / Politik / Stop Perilaku Intoleran Elit Politik!
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (foto: ist)
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (foto: ist)

Stop Perilaku Intoleran Elit Politik!

JAKARTA, WOL – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta elite politik tidak serta merta mencampur adukan kepentingan politik dengan agama.

Belajar dari kasus Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat, politisi harusnya bisa memilah ucapan yang akan disampaikan ke publik.

“Laku politik rente yang menghalalkan segala cara dan mengabaikan kepentingan bersama, telah merusak kohesi sosial kita. Toleransi dijadikan alat Politik, Orang yang berbeda dan tidak setuju dan berbeda sikap politik distigmatisasi menjadi kelompok intoleran, demikian sebaliknya,” katanya, Selasa (8/8) malam.

“Ada sebagian yang juga menggunakan agama sebagai alat Politik bukan justru meninggikan etik,” sambungnya miris.

Dahnil menyebut narasi-narasi intoleran dan niretika itu lahir dari isi kepala politisi yang menghalalkan segala cara untuk menang dan berkuasa, makna Toleransi di monopoli sesuka dan sesuai selera kepentingan politik.

“Maka Saya mengajak untuk stop prilaku seperti ini, Mari hadirkan Toleransi yang otentik, Toleransi yang melahirkan dialog dan saling hormat menghormati secara tulus bukan basa-basi politik, maka yang harus dihadirkan adalah prilaku meninggikan akhlak politik atau etika politik, stop menghalalkan segala cara untuk menegasikan lawan politik,” ungkapnya.

Sebab menurutnya, Politik yang menghalalkan segala cara melahirkan prilaku politisi yang Minus Etika dan akhlak

Sebelumnya diketahui, Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI Viktor Laiskodat dalam sebuah pidato menyebut empat partai mendukung pembentukan negara berbasis khilafah di Indonesia. Diantaranya, Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat. PAN dan Gerindra sudah melaporkan hal ini ke kepolisian.

PKS akan melayangkan laporan yang sama pekan depan, sekaligus membawa pidato Victor tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sementara Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan keras mengenai isi pidato tersebut.

Sebelum Viktor, ada Arief Puyouno yang menyebut PDI Perjuangan identik dengan PKI. Namun sebelum ramai, Arief langsung melayangkan surat permohonan maaf kepada PDI Perjuangan. (inilah/ags)

Check Also

Istimewa

Efek Buruk Pidato Viktor Bakal Berimbas ke NasDem

JAKARTA, WOL – Pidato politikus Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat di depan konstituennya yang menjelekan Partai ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.