_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Sri Mulyani Sebut Impor Minyak Pertamina Tumbuh 13,5%
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

Sri Mulyani Sebut Impor Minyak Pertamina Tumbuh 13,5%


JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan memperbaiki transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan neraca perdagangan di 2019. Salah satunya dengan pelaksanaan B20.

“Beberapa langkah yang sudah dilakukan untuk perbaikan CAD itu dengan B20. Karena dari sisi migas kita mencoba mengurangi dari sisi defisitnya,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019)

Dia menjelaskan, apabila dilihat dari statistik sejak dilakukannya policy B20 hampir semua impor minyak dan diesel itu turun. Tapi, dari Pertamina itu masih ada positif. Itu yang akan dilihat Pemerintah dari data statistik di Kepabean dan Cukai.

“Di mana impor minyak ini mungkin perlu melihat dari Pertamina implementasi dari B20. Sehingga dia bisa menekan dari sisi kebutuhan impor minyak itu. Dan sudah menggunakan beodiesel,” tuturnya.

Dia menuturkan dari sisi 1.147 komoditas yang mendapat PPh impor. kategori impor barang produksi menurun. Terutama barang-barang mewah.

“Dari data yang kita lihat untuk rata-rata impor harian 1.147 itu barang bahan itu menurun 12,9%. Barang mewah 15,4%. Namun barang konsumsi justru mengalami sedikit kenaikan. 0,5% jadi stagnan saja,” katanya.

Namun, lanjut dia dengan PPh impor untuk 1.147 komoditas terlihat penurunan dari impor. Untuk barang-barang yang diberikan PPh impor antara 2,5% sampai 7,5% atau sekitar 18 komoditas mengalami penurunan di atas 12%. Barang mewah menurun 15%.

“Kita lihat beberapa langkah yang sudah kita lakukan memberikan dampak. Namun kan kelihatan bahwa impor kita masih cukup besar di beberapa kategori tadi, yang minyak, karena dalam catatan kita seperti Pertamina masih impornya growth-nya 13,5%. Jadi ini yang perlu dilihat lagi efektivitas dari B20 terhadap impor. Sedangkan kalau berdasarkan per negara nanti kita lihat. Kan yang kita inginkan tingkat kan juga menggunakan semua instrumen fiskal untuk mendukung ekspor,” ujarnya.

Dia menambahkan, baik itu dari sisi manufaktur dan juga destinasi. Nanti Pemerintah lihat dan evaluasi lagi. “Setiap saat kita akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas dari kebijakan kebijakan meningkatkan ekspor dan mengendalikan impor khususnya,” katanya.

Check Also

Menkeu: Rapel kenaikan gaji ASN Cair Jelang Pilpres

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, rapel kenaikan gaji Aparatur Sipil ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.