_
Home / Warta / Politik / Sosok Mr Clean di Mata Politisi Golkar
foto: republika

Sosok Mr Clean di Mata Politisi Golkar

JAKARTA, WOL – Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru, Mar’ie Muhammad meninggal dunia, Minggu (11/12) dini hari. Semasa hidup dia dikenal sebagai pejabat jujur dan meninggalkan banyak kisah teladan.

Meninggalnya ‘Mister Clean’ julukan Mar’ie karena bersih dari segala macam suap dan korupsi, memiliki kesan bagi banyak orang. Tak terkecuali kesan yang mendalam oleh Anggota Fraksi Partai Golkar M Misbakhun.

“Saya mengenal pribadi Bapak Mar’ie Muhammad sebagai sosok teladan bagi kami anak muda yang ingin membangun reputasi pribadi dengan kualitas integritas yang baik dan penuh kesederhanaan,” kata Misbkahun, Jakarta, Minggu (11/12).

Menurutnya, Mar’ie adalah pribadi yang dikenal sebagai sosok yang bersih pada eranya. Pemimpin yang cakap dalam menjalankan tugas tanpa banyak menistakan orang lain atau anak buah yang dianggapnya tidak sejalan dengan keinginannya dalam memimpin.

“Pak Mar’ie Muhammad tidak pernah membangun pencitraan pribadi untuk menunjukkan dirinya sebagai sosok yang bersih tapi beliau membuktikan dalam tindakan nyata. Tauladan sikap dan perbuatan beliau yang demikian tetap relevan dan aktual sampai saat ini untuk dijadikan panutan oleh generasi berikutnya para pemimpin negeri ini. Para calon pemimpin negeri yang kelak akan memimpin negeri ini,” terang Misbakhun.

Anggota Komisi XI DPR ini menambahkan, saat menjadi mahasiswa Mar’ie Muhammad adalah aktivis yang ikut pergerakan angkatan 66 yang menumbangkan orde lama dan melahirkan orde baru. Mar’ie menduduki banyak jabatan penting sampai kemudian menjadi Dirjen Pajak lalu menjadi Menteri Keuangan di jaman Presiden Soeharto.

“Pada saat itu, sebutan Mr Clean mulai melekat pada sosok Mar’ie Muhammad. Adakah pencitraan sebagai Mr Clean itu dibangun lewat media oleh tim atau oleh beliau sendiri? Tentu tidak. Tidak pernah itu dilakukan oleh Pak Mar’ie. Sebutan Mr Clean itu datang dari kolega, staf dan anak buah Pak Mar’ie sendiri,” jelasnya.

“Sosok Pak Mar’ie sangat sederhana dan bersahaja. Anak Kampung Ampel Surabaya ini, kala di rumah lebih sering memakai sarung dan kaos oblong. Rumah yang beliau punya saat ini adalah diperoleh sebagai hak beliau karena pengabdian pada negara yang Pak Mar’ie tidak mau tanda tangan fasilitas negara untuk dirinya sendiri. Sehingga Menteri Keuangan berikutnya yang harus tanda tangan fasilitas tersebut karena tahu ternyata sampai pensiun dari pengabdian panjang pada negara, Pak Mar’ie tidak punya rumah pribadi,” tambahnya.

Misbkahun mengaku membayangkan seandainya sosok Mar’ie Muhammad ini ada pada jaman pasca reformasi. Ia yakin Mar’ie akan semakin menjadi tauladan seperti halnya sosok Baharuddin Lopa.

“Kami merindukan sosok bersih dan berintegritas yang nyata bukan karena pencitraan media semata. Pak Mar’ie Muhammad tidak pernah membangun pencitraan pribadi soal integritas, pidato beliau selalu sejuk, memberikan bimbingan, sangat jarang marah di tempat terbuka kepada anak buah atas staf, isi pidatonya memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh anak buah,” terang Misbakhun.

“Sungguh merupakan figur pemimpin yang sejuk, memberikan tauladan yang tepat tanpa harus merendahkan dan mempermalukan orang lain baik saat menjadi Dirjen Pajak maupun menjadi Menteri Keuangan ataupun jabatan apapun lainnya. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya,” tutupnya.(merdeka/ags/data1)

Check Also

Kanker Paru Sutopo Diketahui Sudah Menyebar ke Tulang dan Organ Lain

  JAKARTA – Kanker paru yang diderita Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.