Breaking News
Home / Warta / Politik / Soal Surat DPR Terkait Setya Novanto, Begini Penjelasan KPK
Gedung KPK (Foto: Okezone)
Gedung KPK (Foto: Okezone)

Soal Surat DPR Terkait Setya Novanto, Begini Penjelasan KPK

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Ketua Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) mengatasnamakan warga masyarakat mengirimkan surat berisi aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Atas nama pengaduan aspirasi masyarakat, Novanto meminta bantuan DPR untuk memohonkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda penyidikan kasusnya terkait e-KTP. Ketua Umum Partai Golkar itu berharap penundaan penyidikan terhadapnya berlaku hingga perkara gugatan praperadilan selesai.

Penjelasan ini dikatakan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menjelaskan asal usul terbitnya surat DPR yang masuk ke KPK. “Semua keterangan itu tertulis dalam surat DPR RI yang masuk ke KPK,” kata Febri kepada wartawan, di Jakarta, kemarin.

Surat berkop DPR RI itu masuk ke KPK tanggal 12 September 2017. Surat tertuju pada pimpinan KPK dengan tembusan pimpinan DPR, pimpinan Komisi III dan pengadu (Setya Novanto).

Dalam surat dijelaskan bagaimana terbitnya surat DPR yang ditandatangani Fadly Zon, berawal dari adanya surat pengaduan Setya Novanto. Ketua DPR itu mengirim surat ke lembaganya sendiri (DPR RI) pada 7 September 2017.

Novanto mengatasnamakan warga masyarakat yang menyampaikan pengaduan. Meski meminta penundaan karena melakukan gugatan praperadilan (kepada KPK) atas status tersangkanya, dalam surat, Novanto menulis menghormati proses hukum yang berjalan dan akan selalu taat.

Menurut Febri, pimpinan KPK belum membuat balasan apa pun. Institusinya masih mempelajari isi surat termasuk kemungkinan ada tidaknya unsur intervensi perkara. “Pimpinan masih mempelajari isi surat,” tuturnya.

Febri menegaskan, perkara praperadilan dan penyidikan kasus korupsi e-KTP sebagai hal yang berbeda. Karenanya penyidikan kasus korupsi e-KTP dipastikan jalan terus.

Dia menjelaskan, KPK terus memeriksa sejumlah saksi kasus korupsi e-KTP. Penyidik KPK juga sudah menjadwalkan ulang pemanggilan pemeriksaan Setnov. Yang bersangkutan akan diperiksa pekan depan.

Sebelumnya, Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK karena alasan sakit dan harus menjalani rawat inap. “Semoga yang bersangkutan (Setya Novanto) segera sehat dan bisa memenuhi panggilan. Untuk praperadilan akan kita hadapi,” ujarnya.

Check Also

foto: Istimewa

Praperadilan Novanto Jilid II Belum Bisa Diprediksi

JAKARTA, WOL – Anggota Forum Advokat Pengawal Konstitusi (FAKSI), Saor Siagian mengatakan sidang gugatan praperadilan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.