Breaking News
Home / Warta / Politik / Soal Pembahasan RUU Pemilu, Mendagri: Apa Saya Ada Kata Mengancam?
Istimewa
Istimewa

Soal Pembahasan RUU Pemilu, Mendagri: Apa Saya Ada Kata Mengancam?

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan dirinya tak pernah memberikan ancaman untuk menggunakan Undang-undang (UU) lama atau Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu), jika pembahasan RUU Pemilu di parlemen mengalami jalan buntu.

Ia juga membantah keinginan pemerintah untuk menarik diri dari pembahasan Pansus RUU Pemilu sebagai sebuah ancaman.

“Apa saya ada kata mengancam? Tidak. Silakan tanya yang menganggap saya mengancam,” ujar Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Menurut Tjahjo apa yang disampaikannya itu merupakan opsi dari pemerintah lantaran pembahasan RUU Pemilu terhadap lima isu krusial belum mencapai kesepakatan hingga saat ini, terutama soal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Pemerintah, menurut Tjahjo sejatinya tak imgin pembahasan isu krusial dalam RUU Pemilu mengalami jalan buntu sehingga pemerintah akan mengedepankan musyawarah mufakat.

“Saya kan bilang pemerintah kan inginnya musyawarah karena saya melaksanakan bahkan presiden menyampaikan imgin meningkatkan kualitas demokrasi yakni (presidential threshold) 20-25 persen,” ucap Tjahjo.

Soal keinginanan pemerintah agar presidential threshold di angka 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan kursi nasional, menurut Tjahjo pemerintah sama sekali tak menjurus untuk membuat calon tunggal di Pemilu Presiden 2019 nanti.

“Ada yang menuduh ini mengarah ke calon tunggal. 2009 muncul 5 paslon, 2014 Ada 2 paslon. Enggak ada,” kata Tjahjo.

Check Also

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Bayu/Okezone)

Fahri Hamzah: Kalau Saya Jadi Presiden, Saya Batalkan Itu UU Ormas

  JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan akan membatalkan Undang-Undang Ormas yang ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.