Home / Warta / Politik / Soal Berita SBY di Asia Sentinel, Moeldoko: Jangan Buru-Buru Baper
Kepala Staf Presiden Moeldoko (foto: Okezone)

Soal Berita SBY di Asia Sentinel, Moeldoko: Jangan Buru-Buru Baper

agregasi

 

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah ikut berperan dalam pemberitaan Asia Sentinel yang menyudutkan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lantaran diduga melakukan pencucian uang dalam kasus bail-out Bank Century.

Moeldoko menerangkan, fotonya bersama pendiri Asia Sentinel, Lin Neumann diambil saat diundang dalam acara diskusi bersama American Chambers. Kala itu, lanjutnya, Kadinnya Amerika itu ingin mendengarkan perkembangan kondisi ekonomi dan keamanan di Indonesia.

artikel asia sentinel soal tuding sby cuci uang century. Foto okezone/asia sentinel

Artikel Asia Sentinel soal Tuding SBY Cuci Uang Century (Foto: Asia Sentinel)

“Saya jelaskan perkembangan demokrasi, kematangan demokrasi di Indonesia seperti apa, selanjutnya saya pastikan saya mantan Panglima TNI mempunyai naluri yang sangat kuat untuk melihat situasi ini. Saya pastikan kepada mereka, para pengusaha, investor Amerika untuk tidak takut datang ke Indonesia,” kata Moedoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Moeldoko menegaskan, tak ada pembahasan lain dalam pertemuan tersebut. Ia pun kemudian melaporkan isi pertemuan bersama American Chambers tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

Ia menilai, tudingan adanya peran Istana dalam pemberitaan jelek SBY tersebut hanya berdasarkan dugaan belaka. Apalagi, mantan Panglima TNI itu tak pernah kenal dengan Lin Neumann selaku pendiri Asia Sentinel.

“Dilihat dulu latar belakangnya seperti apa. Kalau saya sebagai orang yang akan mengendalikan operasi intelijen, kira-kira itu operasi intelijen, bodoh banget saya terbuka begitu. Mungkin saya enggak bisa jadi Panglima TNI kalau begitu,” ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, pertemuannya bersama Lin Neumann tak ada kaitannya dengan politik. Sebab, pertemuan tersebut hanya untuk menjelaskan kepada investor asing agar bersedia menanamkan modalnya di Indonesia.

“Jadi jangan buru-buru baper gitu menduga. Dilihat dulu latar belakangnya seperti apa,” tandasnya.

Check Also

“SBY Sangat Dibutuhkan di Penghujung Kampanye”

JAKARTA, Waspada.co.id – Partai Demokrat baru mulai mengkampanyekan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: