Breaking News
Home / Warta / Politik / SMS Hary Tanoe, Desmond J Mahesa: Jangan Kesannya Polisi & Jaksa Agung Bermain Politik
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Desmond J Mahesa. (Foto: Okezone)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Desmond J Mahesa. (Foto: Okezone)

SMS Hary Tanoe, Desmond J Mahesa: Jangan Kesannya Polisi & Jaksa Agung Bermain Politik

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa, meminta kejaksaan dan kepolisian profesional dalam menangani suatu kasus. Baru-baru ini, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengeluarkan pernyataan bahwa Chairman and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah berstatus tersangka atas kasus SMS ke Jaksa Yulianto yang dinilainya bernada ancaman.

Polisi sendiri membantah status tersangka tersebut. Sebab, kasus yang ditangani Bareskrim tersebut masih dalam penyelidikan, bukan penyidikan. “Saya mengharapkan polisi harus profesional menegakkan hukum, jangan kesannya kejaksaan dan kepolisian bermain-main politik,” kata Desmond kepada Okezone, Minggu (18/6/2017).

Pernyataan Desmond ini tentunya sangat beralasan. Sebab, kasus SMS tersebut dinilainya sangat politis. Kasus ini sendiri berawal dari Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut restitusi pajak Mobile 8. Bahkan, lanjut Demond, Komisi III DPR RI sudah memanggil Dirjen Pajak, dan mereka menyatakan tidak ada pelanggaran perpajakan yang dilakukan Hary Tanoe.

“Kita pernah bikin panja kasus penggelapan pajak yang dituduhkan Kejaksaan Agung ini. Dirjen Pajak menyatakan tidak ada pelanggaran perpajakan yang dilakukan Pak Hary Tanoe. Itulah yang membuat tuduhan Kejaksaan Agung berkaitan dengan pajak Mobile 8 itu tidak jalan,” katanya.

“Dalam proses itu Pak Hary Tanoe mengirim SMS kepada jaksa. Nah, harusnya ranah-ranah ini kan tidak masuk akal SMS itu disebut ancaman. Pernyataan kalau saya bikin partai untuk bersih-bersih. Tidak ada ancaman saya melihatnya di situ, dan ini dilaporkan oleh jaksa kepada polisi,” sambung dia.

Oleh karena itu, Desmond menilai laporan Jaksa Yulianto kepada polisi ini kental nuansa politik. “Ada apa dengan kejaksaan memainkan kekuasaan politik plus Jaksa Agung bikin statement Pak Hary Tanoe tersangka? Berarti ini diduga ada order. Kalau bicara tentang Jaksa Agung ini ada apa? Ini kental sekali masalah politiknya,” jelas dia.

Sehingga, Desmond menyimpulkan kasus SMS yang sekarang ditangani polisi ini sangat terlihat ada unsur pesanannya. “Ada dua pesanan: satu, apakah ini berkaitan masalah media; atau (kedua) berkaitan dengan dukungan Hary Tanoe ke Anies-Sandi yang lalu. Jadi, ketidaksukaan akan blocking-blocking politik kekuasaan menyerang Hary Tanoe saya melihatnya di situ,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Desmond mengimbau kembali agar lembaga kejaksaan dan kepolisian profesional dalam melaksanakan pekerjaannya.

“Jadi ini ada pesanan kesan saya. Saya mengharapkan polisi harus profesional menegakkan hukum, jangan kesannya kejaksaan dan kepolisian bermain-main politik gitu lho ini yang harus kita lihat,” tukasnya.

Check Also

foto: Istimewa

Siapa Dibalik Aksi Demo Mobile 8?

JAKARTA, WOL – Demo di Kejaksaan Agung, Kamis (11/2) siang keamrin telah meninggalkan masalah diantara ...

  • ahbabwahab

    haduhhh,, bakal tamat sudah cerita hukum di indonesia kayak gini. indonesia akan benar2 dikuasai oleh partai. partai bukan lagi sebagai jembatan tapi sebagai jantung. semua bisa ditaklukkan. parahh.. hukum yang independent aja susah, apalagi yang dari partai.. mau jadi apa negara ini. kalau jaksa dan polri ternyata sekongkol. maka hukum dinegara ini ngga akan ada harga nya lagi.. benar2 dibawah kaki..

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.