Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / 2 Kali Ngebor, Cadangan Gas Baru Ditemukan di Sumsel
foto: ilustrasi (indomigas.org)

2 Kali Ngebor, Cadangan Gas Baru Ditemukan di Sumsel

SAKAKEMANG, Waspada.co.id – Pengeboran sumur eksplorasi KBD-2x yang dilakukan konsorsium Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration Co. Ltd (Moeco) membuahkan hasil. Setelah dua kali melakukan pengeboran, akhirnya ditemukan cadangan gas baru di blok Sakakemang, Sumatera Selatan.

Perusahaan memberikan estimasi awal setidaknya 2 triliun kaki kubik (trilliun cubic feet/TCF) dari sumber daya yang dapat diproduksi.

Melalui keterangan resmi perusahaan, temuan ini disebut sebagai penemuan gas terbesar di Indonesia dalam 18 tahun terakhir, setelah sebelumnya ada penemuan cadangan gas di blok Masela (Maluku), atau masuk dalam 10 penemuan terbesar di dunia dalam 12 bulan terakhir.

Berdasarkan data SKK Migas, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, temuan cadangan gas ini adalah temuan yang signifikan dan merupakan terbesar keempat di dunia pada 2018, setelah pengeboran sumur Calypso 1 di Cyprus, Obskaya Savernaya 1 di Rusia, dan 1-STAT-010A-SPS di Brazil.

“Jaraknya hanya 60 km dari pipa blok Corridor, jadi gasnya bisa dialirkan ke Jawa dan Singapura. Makanya ini potensial dan [nilai] keekonomiannya sangat bagus,” ujar Dwi ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (21/2).

Manajer Eksplorasi Asia Tenggara Repsol David Ramos menambahkan, pihaknya percaya bahwa blok ini ekonomis untuk dikembangkan. Perusahaan minyak asal Madrid, Spanyol itu akan mencoba untuk mempercepat ke tahap produksi.

“Kami harap dalam kurun waktu lima tahun dari sekarang, blok ini bisa berproduksi,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Wood Mackenzie Andrew Harwood mengatakan perkiraan realistis untuk produksi pertama ialah pada 2024 atau 2025, dan dengan perkiraan sumber daya 2 TCF, lapangan dapat menghasilkan sekitar 300 juta kaki kubik per hari (MMCFD) untuk sekitar 15 tahun.

“Kami juga percaya ada potensi perkiraan volume untuk meningkat seiring pengerjaan penemuan tersebut berlangsung,” ujar Andrew melalui keterangan resminya, Kamis (21/2).

Dalam jangka pendek hingga menengah, penemuan ini akan mengimbangi penurunan output dari ladang domestik lain, dan mengurangi ketergantungan pada LNG.

“Jangka panjang, Indonesia perlu terus menarik para investor migas untuk melakukan eksplorasi, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang lebih sulit tetapi potensinya lebih prospektif,” kata Andrew. (cnbc Indonesia/data1)

Check Also

Soal RI Krisis BBM di 2025, ESDM Bantah Pernyataan Prabowo

JAKARTA, Waspada.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah pernyataan Calon Presiden Prabowo ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: