Home / Warta / Mancanegara / Sisi Lain Debat Capres AS yang Menghipnotis Dunia
Debat Calon Presiden Amerika Serikat (Foto: Mike Segar/REUTERS)

Sisi Lain Debat Capres AS yang Menghipnotis Dunia

agregasi
agregasi

 

MASYARAKAT dunia saat ini tengah terhipnotis dengan “drama” persaingan Calon Presiden Amerika Serikat (Capres AS) dari dua kubu. Donald Trump di pihak Partai Republik kontra Hillary Clinton di pihak Partai Demokrat.

Ya, persaingan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada bulan depan tidak hanya akan menentukan nasib para warga Negeri Paman Sam sendiri. Percaturan politik dunia juga pasti berimbas, tak peduli siapa yang akan menggantikan Barack Obama di kursi AS 1.

Bahkan dalam Debat Capres AS sebelumnya pada akhir September lalu, memunculkan rekor tersendiri soal jumlah penonton di layar kaca. (Baca: Debat Capres AS 2016 Pecahkan Rekor Penonton Televisi)

Media asing ITV mencatatkan, total penonton debat capres antara Trump vs Hillary pada 26 September di Hofstra Universtity, New York itu menembus angka 84 juta pemirsa. Angka ini sedikit melampaui debat capres Jimmy Carter vs Ronald Reagan pada 1980, di mana angkanya mencapai 80,6 juta penonton.

Terlepas dari berbagai isu domestik dan mancanegara yang jadi amunisi serangan masing-masing calon, debat Capres AS kali yang bergulir selama 90 menit itu juga jadi sorotan pihak asing. Bukan hanya Rusia.

Pihak Taliban di Afghanistan pun menjadikan debat Trump vs Hillary sebagai “hiburan” tersendiri di layar kaca. (Baca juga: Debat Capres AS 2016 Sedot Perhatian Taliban)

“Kami sangat tertarik menonton (debat capres AS 2016). Kandidat yang paling menarik ialah Trump, dia tipe orang yang berbicara sesukanya,” ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Selain perhatian dari pihak luar, sorotan Debat Capres AS September lalu juga tertuju pada sang moderator. Pada Debat Capres 2012 lalu, banyak pihak yang menilai Jim Lehner tidak tegas. (Baca juga: Perbedaan Debat Capres AS 2012 dan 2016)

Perannya sebagai moderator justru acap “disetir” masing-masing kandidat (Barack Obama vs Mitt Romney) ke topik-topik di luar perdebatan. Sementara dalam debat Trump vs Hillary lalu, peran moderatornya dijalani penyiar NBC Lester Holt.

Tapi dari pihak Trump, Holt sangat kentara berat sebelah dan cenderung membela Hillary. (Baca juga: Dirasa Berat Sebelah, Trump Kritik Moderator Debat Capres AS)

“Dia (Holt) tidak bertanya kepada Hillary soal email, dia tidak bertanya soal kesepakatan Benghazi, dia tidak bertanya kepada Hillary mengenai banyak hal yang seharusnya ditanyakan. Kenapa? Saya tidak tahu,” kata Trump, dikutip BBC, 28 September lalu.

“Jika Anda lihat empat pertanyaan terakhir, dia menghantam saya dengan pertanyaan soal tuduhan tempat lahir Obama, dia bertanya pada saya soal kesepakatan bisnis perumahan yang terjadi bertahun-tahun lalu, yang telah saya selesaikan, tuntutan berusia 40 tahun,” keluhnya.

Untuk berikutnya, Debat Capres AS akan digelar pada Minggu 9 Oktober waktu setempat (Senin 10 Oktober WIB). Pada debat selanjutnya, akan ada mekanisme berbeda. Terutama soal pertanyaan dari pemirsa.

Pihak penyelenggara debat, akan memberi kesempatan pada masyarakat AS untuk melontarkan pertanyaan mereka via online di situs presidentialopenquestions.com. Nantinya akan diambil 30 pertanyaan terpilih yang dirasa terbaik.

(Baca: Debat Capres AS 2016 Kedua Akan Terapkan Mekanisme Baru)

Tapi sayangnya, penyelenggara tak memberi jaminan bahwa 30 pertanyaan terpilih itu akan diajukan ke Trump dan Hillary. Hanya pertanyaan yang berdasarkan isu saat itu yang akan diajukan pada Debat Capres AS kedua yang akan digelar di Washington University di Kota St. Louis, Minggu 9 Oktober waktu setempat.

Check Also

Venezuela Akui Donald Trump Ingin Gulingkan Pemerintahan Sah

MEXICO CITY,Waspada.co.id – Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza mengonfirmasi rencana Amerika Serikat (AS) menggulingkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: