Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Setya Novanto dalam Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Setya Novanto saat menjalani pemeriksaan di KPK (Foto: Antara)

Setya Novanto dalam Bayang-Bayang Jeruji Penjara

agregasi
agregasi

 

“KPK menetapkan saudara SN, anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat mengumumkan penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013 pada 17 Juli 2017.

Hari itu pertama kalinya Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun. Kicuan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menyebut Setya Novanto bak ‘sinterklas’ karena kerap bagi-bagi duit ‘panas’ seakan menemukan jalannya.

Setya Novanto yang ketika itu menjabat Ketua Fraksi Golkar disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

E-KTP, bukanlah rekam kisah Setya Novanto pertama dalam bayang-bayang kasus hukum. Ia kerap kali dikaitkan dalam perkara rasuah. Hingga, ungkapan Setya Novanto licin bak belut kian mengemuka, karena seiring waktu berjalan tak ada satu pun kasus hukum yang bisa menyentuhnya. Hingga proyek senilai Rp5,9 triliun itu berhasil diselisik KPK untuk menyeret Setya Novanto dalam pusaran hukum.

Berbagai Ekspresi Setya Novanto pada Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor

Dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam perkara tersebut sudah terungkap ke publik dalam persidangan para terdakwa yang lebih dulu diseret KPK ke ‘meja hijau’. Sebut saja eks Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Sugiharto.

Keduanya telah divonis, Irman 7 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp500 juta subside 6 bulan kurungan. Sedangkan Sugiharto divonis 5 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp400 juta subside 6 bulan kurungan.

Begitu pula dalam persidangan Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa e-KTP ketiga yang berhasil diusut KPK. Di persidangan e-KTP berbagai fakta persidangan mencuat, mulai dari kesaksian Nazaruddin yang menyebut Setya Novanto mendapatkan komisi USD500 ribu, hingga disebut sebagai ‘kunci’ dari proyek ‘panas’ itu.

Pada dakwaan Andi Narogong disebutkan Jaksa Penuntut dari KPK bahwa terdakwa membagi-bagikan uang proyek e-KTP di ruang kerja Setya Novanto di lantai 12 Gedung DPR, Senayan, Jakarta kepada sejumlah wakil rakyat agar memuluskan proses penganggaran.

Check Also

Akademisi: e-KTP Djarot Sesuai Prosedur Kemendagri

MEDAN, Waspada.co.id – KTP elektronik atau e-KTP milik Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: