_
Home / Warta / Politik / Setgab, Niat Perbaiki Komunikasi Parpol ke Jokowi
ISTIMEWA

Setgab, Niat Perbaiki Komunikasi Parpol ke Jokowi

JAKARTA, WOL – Wacana pembentukan sekretariat gabungan (Setgab) Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berangkat dari niat memperbaiki komunikasi antara parpol pendukung dengan pemerintahan Jokowi. Namun era SBY-Boediono membuktikan wadah Setgab tidak ada gunanya.

Lantas apa yang seharusnya dilakukan agar antara KIH dengan pemerintahan Jokowi-JK lebih nyambung?

“Partai yang harus pro-aktif, lebih banyak bertanya kepada Jokowi-JK apa saja rencana dan detail program kerjanya,” jawab Yunarto Wijaya melalui telepon, Selasa (14/4).

Ajang untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan teknis dan detail tidak membutuhkan wadah semacam Setgab. Secara formal pertanyaan yang mendetail dapat disampaikan melalui rapat dengar pendapat dengan tiap menteri, proses pembahasan RUU APBN serta penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMP) bersama Bappenas.

“Mereka (DPR -red) kan terlibat dalam proses-proses itu semua. Untuk yang informal bisa kok bertanya langsung ke menteri bersangkutan, jangan menunggu Jokowi datang kasih penjelasan. Mekanisme kerja presiden, membuat Jokowi tidak punya sangat banyak waktu buat dihabiskan dengan parpol,” papar pengamat politik dari charta Politica ini.

Di dalam ajang formal dan informal tersebut, masing-masing parpol bisa memutuskan program kerja apa saja yang akan mereka dukung dan sebaliknya. Apa pun keputusannya, baik mendukung atau tidak, semuanya harus dijelaskan kepada masyarakat secara terbuka.

“Partai akan dipaksa membuat rasionalisasi atas keputusannya mendukung program kerja apa saja dan yang tidak. Nanti biar rakyat yang menilainya,” sambung Yunarto.

Pada saat bersamaan, fraksi parpol koalisi juga bertanggungjawab membantu lancarnya roda pemerintahan dengan menyusun program legislasi nasional yang sejalan. Sehingga setiap program kerja yang pemerintahan kerjakan sudah memiliki payung hukum konstitusi yang tepat.

Wacana pembentukan Setgab KIH dilontarkan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Tujuannya adalah untdank membentuk model komunikasi yang efektif antara fraksi parpol koalisi di DPR dengan pemerintah.

“Mungkin model seperti Sekretariat Gabungan saat SBY dulu. Harus ada seperti itu, karena perlu koordinasi lebih efektif agar tidak terjadi kesimpangsiuran koordinasi. Tindak lanjutnya bisa dalam bentuk Setgab atau nama lain,” katanya di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Selasa (14/4). (metrotvnews/data1)

Check Also

Jokowi dan SBY Bertemu di Istana Merdeka, Apa yang Dibahas?

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Presiden Joko Widodo. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.