Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Setahun Kasus Novel, Jokowi Belum Putuskan Bentuk TGPF
Novel Baswedan (Foto: Antara)

Setahun Kasus Novel, Jokowi Belum Putuskan Bentuk TGPF

agregasi
agregasi

 

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan menjelang satu tahun peristiwa penyiraman air keras di bagian mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Diketahui pada besok, Rabu 10 April 2018, kasus Novel Baswedan yang disirim dengab air keras oleh orang tak dikenal usai pelaksanaan ibadah salat Subuh tepat berlangsung satu tahun. Sampai saat ini Polri belum berhasil mengungkap pelaku tersebut.

“Waktu itu Pak Presiden memanggil pak Kapolri sebelum memutuskan apakah dibentuk (TGPF) atau tidak, dia ingin mendengarkan pak Kapolri progresnya seperti apa,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018).

Johan mengatakan, bahwa Presiden Jokowi telah meminta laporan perkembangan kasus Novel kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Namun, mantan Jubir KPK itu hingga saat ini belum mengetahui laporan yang disampaikan Tito kepada Kepala Negara.

“(Komunikasi Presiden dengan Kapolri) Sudah. Tapi saya belum nanya lagi ke pak Presiden soal itu,” ucap Johan.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko memastikan, Presiden Jokowi akan tetap berkomitmen untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel tersebut.

“Komitmen Presiden tidak berubah. Pemerintah dalam komitmen untuk menyelesaikan masalah itu,” terang Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu pun meminta kepada seluruh pihak untuk turut membantu komitmen pemerintah dalam hal pengungkapan kasus Novel. Termasuk pada LSM yang selama ini terus memperjuangkan keadilan bagi Novel Baswedan.

“Ya LSM juga ikut dorong juga dong,” ungkap mantan Panglima TNI itu.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Novel mengalami kerusakan mata dan hampir buta setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada 11 April 2017. Peristiwa itu terjadi di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara sesaat setelah melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Musala perumahannya.

Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami pemulihan yang signifikan. Operasi kedua baru dilaksanakan pada Jumat 23 Maret 2018.

Meskipun sudah mengalami perkembangan yang signifikan terhadap mata Novel, sayangnya jajaran kepolisian belum juga berhasil ‎mengungkap dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Padahal, mereka sudah merilis sketsa dua terduga pelaku penyerangan.‎

Check Also

Usai Operasi Tahap II, Mata Kanan Novel Baswedan Belum Pulih

  JAKARTA – Mata sebelah kanan dari penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: