_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Sepenggal Kisah Hidup ‘Bapak Teknologi’ Indonesia BJ Habibie
AFP

Sepenggal Kisah Hidup ‘Bapak Teknologi’ Indonesia BJ Habibie

Setelah pelbagai raihan gemilang, Habibie sempat dicemooh sebagian orang lantaran membolehkan referendum Timor Timur. Akibatnya, berdasarkan hasil penentuan jajak pendapat, warga Timor Timur memilih melepaskan diri dari Indonesia.

Lantas purna menjabat presiden, Habibie masih dimintai pendapat untuk pelbagai permasalahan negara. Pada era Susilo Bambang Yudhoyono, ia bahkan aktif menjadi penasihat presiden guna mengawal proses demokrasi.

AFP

Thareq Kemal mengungkapkan tamu di rumah sang ayah tak pernah sepi. Selalu ada yang meminta pendapat pada Habibie. Entah itu soal politik, kondisi bangsa dan negara, ekonomi, lebih-lebih mengenai pemutakhiran teknologi.

Gagasan Habibie yang melampaui zamannya itu membekas di benak mantan Menko Kemaritiman Indroyono Susilo. Saat Habibie menjabat Menristek, Indroyono menjadi deputinya.

Ia mengungkapkan ide seniornya yang muncul pada 1990an silam itu kemudian jadi teknologi yang diterapkan masa kini.

“Satelit pendeteksi kebakaran hutan sekarang itu dari beliau. Kalau sekarang kebakaran ada yang namanya hujan buatan, itu beliau yang merintis. Kalau kelautan waktu 1990an kapal-kapal Baruna Jaya itu beliau juga,” kata Indroyono kepada CNNIndonesia.com ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9).

Baruna Jaya adalah jenis kapal yang digunakan untuk mencari korban saat kecelakaan di Danau Toba.

“Itu semua beliau yang rintis 1980-1990an. Lalu pesawat Gatot Koco N250 itu diluncurkan 10 Agustus 1995, itu pesawat yang paling canggih pada kelasnya waktu itu,” kata Indroyono.

Bukan saja sungguh-sungguh mengulik teknologi dan menyelesaikan persoalan negara, Habibie dikenal sebagai sosok yang hangat di tengah keluarga. Di antara saudaranya, Habibie juga jadi kakak yang bertanggung jawab kepada adik-adiknya.

Salah satu adik perempuan Sri Rahayu Fatima dalam tayangan Mata Najwa mengungkapkan Habibie adalah kakak yang paling memperhatikan adik-adiknya. Ia ingat, semasa sekolah dasar Habibie rela mengantar dua adiknya ke sekolah; satu dibonceng di stang sepeda sementara seorang lainnya di belakang. Karena hilang keseimbangan, saat itu sepeda tercebur ke got. Kenangan itu membekas di ingatan Sri, mengharukan tetapi sekaligus lucu.

Kini Habibie sudah telah berpulang. Indonesia kehilangan satu sosok untuk dirujuk dan didengar nasihatnya. Meski begitu, gagasan dan semangat keingintahuan Habibie akan terus hidup. (cnnindonesia/ags/data2)

Check Also

Pesawat N250, Cita-cita Habibie Yang Belum Terwujud

JAKARTA, Waspada.co.id – Keponakan Bacharuddin Jusuf Habibie, Rusli Habibie mengatakan pamannya masih semangat membicarakan pesawat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.