_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Sepenggal Kisah Hidup ‘Bapak Teknologi’ Indonesia BJ Habibie
AFP

Sepenggal Kisah Hidup ‘Bapak Teknologi’ Indonesia BJ Habibie

Habibie dan teknologi, adalah sepasang lain–selain Habibie dan Ainun. Ketertarikan dia pada teknologi diseriusi pada 1954 dengan memilih belajar di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung ITB). Setahun berikutnya hingga 1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat.

Saat itu Habibie remaja nekat terbang ke Jerman. Pemuda kelahiran Pare Pare itu masih usia 18, berangkat dengan biaya sendiri, kemudian harus menanggung hidup sulit pada setahun pertamanya karena kiriman duit yang seret.

AFP

Tapi, sikap yang selalu ingin tahu dan kecintaan terhadap teknologi membuat tekadnya bulat. Hingga akhirnya Habibie menerima gelar diploma ingenieur pada 1960 dan doktor ingenoeur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Ia sempat bekerja di sebuah perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm sebelum kembali ke Indonesia pada 1973. Ia dijemput Dirut Pertamnina era Orde Baru, Ibnu Sutowo atas permintaan Soeharto.

B.J. Habibie lantas ditunjuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 1978 hingga Maret 1998. Terobosan pertamanya dimulai dengan implementasi “Visi Indonesia” yang mendambakan lompatan-lompatan dari negara agraris menjadi negara industri penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menggagas sejumlah industri strategis seperti PT IPTN, Pindad dan PT PAL.

Bukan saja soal teknologi, Habibie juga dikenal sebagai pemecah problem ekonomi pada masa krisis moneter. Puncak karir Habibie tercatat pada 1998 saat diangkat sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia setelah Soeharto berhenti sebagai pemimpin negara.

Ia mewarisi kondisi negara yang kacau balau; marak kerusuhan dan disintegrasi serta krisis ekonomi. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapat dukungan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan komunitas negara donor demi program pemulihan ekonomi. Dia juga disebut membebaskan tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat serta berorganisasi.

Dari rahim pemerintahan era Habibie, lahir sejumlah undang-undang yang mendukung iklim demokratik yaitu UU tentang Partai Politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR. Pada masa dia pula Undang-undang Pers, Undang-undang anti-monopoli, Undang-undang Otonomi Daerah dan Undang-undang Perlindungan Konsumen disahkan.

Kebijakan lain, Habibie adalah orang yang juga mencabut larangan berdirinya serikat buruh independen.

Check Also

Pesawat N250, Cita-cita Habibie Yang Belum Terwujud

JAKARTA, Waspada.co.id – Keponakan Bacharuddin Jusuf Habibie, Rusli Habibie mengatakan pamannya masih semangat membicarakan pesawat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.