_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Sepanjang 2018, Inflasi Relatif Terkendali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Hilman Tisnawan.

Sepanjang 2018, Inflasi Relatif Terkendali

SUMUT, Waspada.co.id – Sepanjang 2018, Sumatera Utara mencatat angka inflasi yang relatif terkendali serta rendah di bawah capaian inflasi nasional dan karenanya mendukung peningkatan daya beli masyarakat.

Namun di bulan Oktober 2018 terjadi peningkatan inflasi yang cukup tinggi 1,31 persen (mtm) mencapai 2,73 persen (yoy) atau 1,59 persen (ytd) bahkan tertinggi jika dibandingkan dengan 23 kota IHK lainnya di Sumatera.

Untuk mengawal capaian inflasi akhir tahun 2018 tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5 ± 1 persen, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Provinsi dengan seluruh TPID Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Pejabat sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Hilman Tisnawan, menuturkan bahwa seluruh perwakilan TPID yang hadir sepakat untuk menyusun Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Utara tahun 2019 sampai 2021 sebagai rujukan dalam melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi.

“Roadmap pengendalian inflasi yang disusun mengacu pada Roadmap pengendalian inflasi nasional dan fokus pada pokok arahan Presiden RI pada Rakornas Pengendalian Inflasi 2018. Adapun pokok arahan Presiden yang disingkat 4K adalah Kterjangkauan Harga, dengan mendorong efektivitas pemanfaatan APBD melalui percepatan realisasi dan melakukan intervensi dalam rangka stabilisasi harga,” tuturnya, Jumat (30/11).

Ketersediaan pasokan, dengan memperhatikan sisi pasokan pangan, distribusi, ketersediaan infrastruktur dan hal-hal yang bersifat struktural, seperti penurunan biaya operasional. Kelancaran distribusi, dengan mendorong perdagangan antar daerah dalam rangka menjaga pasokan komoditas pangan di daerah dan membangun serta mensinkronkan pasar-pasar pengumpul untuk memperluas akses pasar petani dan mengefisienkan rantai distribusi.

“Komunikasi efektif, dengan memantau pergerakan harga, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi, Tentu, berharap permasalahan pokok pengendalian inflasi dan menjadi rujukan bagi TPID dan Pemerintah Provinsi/kabupaten/Kota dalam penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di tahun mendatang sehingga inflasi Sumatera Utara akan selalu rendah dan stabil,” harapanya.

“Namun prestasi inflasi yang rendah hingga triwulan ke-tiga tahun 2018 masih dibayangi oleh potensi kenaikan harga pangan strategis. Secara historis, inflasi di akhir tahun akan dibayangi oleh beberapa risiko pada komoditas pangan tertentu khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain karena faktor pasokan dan permintaan, kondisi curah hujan dan gelombang laut yang tinggi akan menjadi problem yang mempengaruhi jalur distribusi,” pungkasnya. (wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Suarakan Dugaan Penghancuran Mangrove, GPLH di Ancam Pidana

MADINA, Waspada.co.id – Penolakan yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat terhadap perpanjangan izin perkebunan sawit milik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.