Home / Warta / Mancanegara / Senator AS Sebut Putra Mahkota Saudi ‘Berbahaya’
Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via Reuters)

Senator AS Sebut Putra Mahkota Saudi ‘Berbahaya’

agregasi

 

WASHINGTON – Sejumlah senator Amerika Serikat (AS) menyatakan keyakinan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, bersalah atas pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi.

Mereka mengatakan hal itu begitu keluar dari ruang pertemuan yang disampaikan oleh Direktur CIA, Gina Haspel.

Senator Bob Corker mengatakan kepada wartawan bahwa dia sama sekali tidak meragukan bahwa Putra Mahkota memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

“Jika dia berada di depan juri, dia akan dijatuhi hukuman bersalah hanya dalam 30 menit,” kata Bob Corker.

Corker mengatakan Presiden Donald Trump menganggap seolah-olah kasus pembunuhan itu tidak pernah ada dengan menolak mengutuk putra mahkota Saudi.

‘Gila, berbahaya dan bola besi’

Sementara itu, senator Lindsey Graham menyebut putra mahkota Arab Saudi sebagai orang yang “gila”, “berbahaya” dan “bola besi”.

Graham mengatakan dia tidak bisa mendukung keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman atau penjualan senjata kepada pemerintah Saudi selama pangeran mahkota tetap berkuasa.

Adapun anggota senat dari Demokrat, Bob Menendez, mengatakan AS harus “mengirim pesan yang jelas dan tegas bahwa tindakan seperti itu tidak dapat diterima di panggung dunia”.

Arab Saudi telah menyatakan 11 orang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, tetapi menolak keterlibatan putera mahkota dalam kasus itu.

Presiden Trump sebelumnya mengatakan tidak ada bukti keterkaitan antara para pelaku pembunuhan dengan putra mahkota, dan menekankan pentingnya aliansi Amerika dengan Arab Saudi.

Saudi menegaskan putra mahkota tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

Sementara, senator Republik Richard Shelby dari Alabama mengatakan: “Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana Anda memisahkan putra mahkota Saudi dan kelompoknya dari bangsa ini?”

Senat berencana menyatakan suaranya dalam proposal untuk mengakhiri dukungan militer AS kepada koalisi pimpinan Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman, setelah anggota kedua partai mengajukan resolusi pada pekan lalu.

Senator Chris Murphy, yang tidak mengetahui adanya pertemuan tertutup pihak Senat dengan Direktur CIA, Gina Haspel, Selasa lalu, mengkritik pemerintahan Trump.

“Tidak semuanya harus dirahasiakan,” kata pejabat Partai Demokrat Connecticut.

“Jika pemerintah kita tahu bahwa para pemimpin Saudi terlibat dalam pembunuhan seorang warga AS, mengapa masyarakat tidak boleh tahu ini?”

Apa yang dikatakan CIA?

CIA telah menyimpulkan bahwa Muhammad bin Salman “kemungkinan memerintahkan” pembunuhan Khashoggi.

Mereka memiliki bukti adanya tukar-menukar pesan antara sang Putra mahkota dan Saud al-Qahtani, yang diduga sebagai penanggungjawab aksi pembunuhan terhadap wartawan Saudi itu.

Pada sidang kabinet pekan lalu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan di hadapan senat bahwa tidak ada bukti langsung keterlibatan putra mahkota dalam kematian Khashoggi.

Presiden Trump mengatakan temuan CIA terkait dugaan keterlibatan putra mahkota dalam pembunuhan Khashoggi belum final.

Pada 20 November, Trump berujar: “Sangat mungkin bahwa putra mahkota memiliki pengetahuan tentang peristiwa tragis ini. Mungkin dia melakukannya, dan mungkin (dia) tidak (melakukannya).”

Check Also

PM Israel Kutuk Pembunuhan Khashoggi

TEL AVIV, Waspada.co.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya memberikan komentar soal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: