Home / Warta / Mancanegara / Saudi Klaim Tak Tahu Tentang Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi/foto: PA Images

Saudi Klaim Tak Tahu Tentang Pembunuhan Khashoggi

RIYADH, Waspada.co.id – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan kerajaan tak mengetahui di mana jasad Jamal Khashoggi berada meski Riyadh telah mengakui bahwa wartawan pengkritik Raja Salman itu tewas di dalam kantor konsulat di Istanbul, Turki.

Di awal pernyataannya, Jubeir mengatakan bahwa pemerintah Saudi semula percaya bahwa Khashoggi telah meninggalkan kantor diplomatik tersebut sebelum dinyatakan hilang pada 2 Oktober lalu.

“Tapi setelah mengikuti laporan yang kami dapat dari pihak Turki, otoritas Saudi mulai melakukan penyelidikan, yang menemukan bahwa dia tewas dibunuh di dalam gedung konsulat,” ucap Jubeir dalam wawancaranya bersama Fox News, Minggu (21/10).

“Kami tidak tahu detail bagaimana (Khashoggi tewas). Kami tidak tahu di mana jasadnya berada.”

Jubeir mengatakan individu-individu yang membunuh Khashoggi bertindak di luar kewenangannya. Dia juga mengatakan insiden ini adalah “kesalahan yang sangat besar” yang berusaha ditutup-tutupi.

Saat ini, katanya, jaksa penuntut Saudi telah memerintahkan penahanan terhadap 18 individu yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

“Perbuatan ini tidak bisa diterima di seluruh pemerintahan mana pun. Sayangnya, kejadian ini terjadi. Kami akan memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat akan dihukum, dan kami juga ingin memastikan bahwa kami memiliki prosedur untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang lagi,” ucap Jubeir seperti dikutip AFP.

Dalam kesempatan itu, Jubeir juga menegaskan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, tidak terlibat dalam misi pembunuhan Khashoggi.

Dia menganggap pembunuhan itu merupakan bagian dari “operasi nakal di mana individu melakukannya melebihi otoritas dan tanggung jawab mereka.”

“Mereka membuat kesalahan ketika membunuh Jamal Khashoggi di dalam konsulat dan mereka berusaha menutupi itu.”

Khashoggi merupakan koresponden The Washington Post yang dianggap seorang pembangkang oleh Saudi. Sebelum berkiprah sebagai wartawan, dia pernah bekerja sebagai penasihat pemerintah Saudi.

Khashoggi memutuskan melarikan diri ke Amerika Serikat tahun lalu menghindari potensi kemungkinan penahanan oleh Saudi lantaran karya-karyanya yang kerap menyindir kerajaan, terutama kebijakan Pangeran Mohammed.

Sebelum dinyatakan hilang, Khashoggi diketahui sempat memasuki kantor Kosulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu untuk mengurus dokumen pernikahan.

Sejak saat itu, dia tidak pernah terlihat keluar gedung lagi. Otoritas Turki sejak awal meyakini Khashoggi dibunuh di dalam gedung tersebut, namun Riyadh berkeras membantah seluruh tudingan itu. (cnnindonesia/ags/data2)

Check Also

Pembunuhan Khashoggi, PBB Desak Penyelidikan Internasional

NEW YORK, Waspada.co.id – Sejumlah utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pembukaan penyelidikan internasional untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: