Breaking News
_
Home / Warta / Mancanegara / Saudi Cabut Kewarganegaraan Anak Osama Bin Laden
Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden. (Screenshot via edition.cnn.com)

Saudi Cabut Kewarganegaraan Anak Osama Bin Laden

RIYADH, Waspada.co.id – Kerajaan Arab Saudi telah menanggalkan kewarganegaraan Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden pemimpin Al Qaida yang telah dibunuh. Hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri Saudi melalui pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi.

Keputusan Saudi untuk menanggalkan kewarganegaraannya dibuat atas perintah Kerajaan pada November, menurut pernyataan yang disiarkan di jurnal resmi Umul Qura, sebagaimana diberitakan Reuters.

Pada Kamis (28/2), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pihaknya menawarkan hadiah hingga $1 juta bagi pemberi informasi yang mengarah “kepada identifikasi atau lokasi di suatu negara” tentang Hamza. AS menyebut Hamza sebagai seorang pemimpin kunci Al Qaida.

Hamza, yang kini berusia sekitar 30 tahun, ketika itu berada di samping ayahnya di Afghanistan sebelum serangan 11 September. Menurut Brooking Institution, dia menghabiskan waktu bersama Osama di Pakistan setelah invasi pimpinan AS atas Afghanistan membuat banyak pemimpin senior Al Qaida terpojok.

Hamza diperkenalkan oleh pemimpin baru organisasi itu Ayman al-Zawahiri dalam satu pesan audio tahun 2015. Dia dianggap memberikan kesegaran bagi kelompoknya, dimana para pemimpin senior telah berjuang menginspirasi para militan di seluruh dunia yang dibangkitkan oleh Negara Islam.

Dia telah menyerukan aksi terorisme di ibu kota negara-negara Barat dan mengancam mengambil tindakan balasan terhadap AS atas pembunuhan ayahnya, kata Deplu AS pada 2017 ketika menyebutnya sebagai teroris dunia.

Hamza juga mengancam akan membidik orang-orang Amerika di luar negeri dan mendesak suku-suku Arab Saudi untuk bersatu dengan Al Qaida di Yaman di Semenanjung Arab melawan Arab Saudi, katanya.

Osama bin Laden dibunuh oleh pasukan khusus AS yang menyerbu kompleks kediamannya di Pakistan pada 2011. Hamza diperkirakan berada di bawah tahanan rumah di Iran pada saat itu, dan dokumen-dokumen yang ditemukan dari kompleks itu mengindikasikan bahwa para pembantu telah berusaha untuk menyatukannya kembali dengan ayahnya. (cnn)

Check Also

Australia Mau Terima Anak Militan ISIS yang Yatim Piatu

CANBERRA, Waspada.co.id – Australia terbuka untuk menerima anak militan ISIS dari negaranya yang kini sudah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: