Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Salut, SMA di Sragen Ciptakan Penggorengan Antikolesterol
Ilustrasi

Salut, SMA di Sragen Ciptakan Penggorengan Antikolesterol

JAKARTA, Waspada.co.id – SMA Negeri 1 Plupuh Kabupaten Sragen meraih juara 3 di ajang Asean India Grassroots Innovation Competition 2018 beberapa waktu lalu. Penghargaan tersebut diterima lantaran mereka mampu menciptakan tabung penggorengan antikolesterol.

Inovasi tabung penggorengan anti kolesterol tersebut diciptakan oleh Rina Widiawati (38) dan Niken Tantiningtyas (26). Rina menjelaskan, tabung penggorengan tersebut menggunakan energi kinetik rotasi dari bahan stainless stell. Cara kerjanya bisa digerakkan secara manual dan elektrik.

Tabung diputar setelah bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung. Kemudian minyak goreng hanya perlu disemprotkan seperlunya tidak sampai merendam makanan. Sehingga minyak goreng tidak meresap ke dalam makanan, hanya melekat di permukaan.

“Kalau penggorengan biasa harus membolak-balik makanan, kalau ini tidak perlu, hanya ditekan sudah berputar, panasnya merata di dalam tabung,” terangnya seperti dilansir dari laman republika, Selasa (23/10).

Sementara ini, Rina baru menguji enam jenis makanan seperti kerupuk kecil-kecil dan jagung kering. Makanan-makanan tersebut diklaim bisa mengembang sempurna layaknya digoreng seperti biasa.

Alumnus Fakultas MIPA UNS Solo tersebut menyebutkan, efisiensi minyak goreng bisa sampai 90 persen. Selain itu, juga bisa menghindari penggunaan ulang minyak.

Menurutnya, tabung penggorengan tersebut disebut antikolestrol karena tidak menggunakan minyak goreng secara berulang, justru hanya menyemprotkan seperlunya. Minyak goreng yang dipakai berulang diketahui dapat menyebabkan kolesterol.

“Dalam waktu dekat saya dalam proses pengajuan pendanaan ke Kemenristek Dikti agar alat itu bisa diproduksi massal melalui pendanaan berbasis teknokogi. Ini baru pengajuan proposal. Saya juga kerja sama dengan Techno Park Sragen,” ungkap Rina.

Sampai sekarang, inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan. Dari beberapa lomba yang dia ikuti, terdapat saran dari juri untuk lebih memodernisasi bentuk atau memutakhirkan secara digital.

Tetapi Rina menilai, kalau serba digital segmen Usaha Mikro Kecil Mengah (UMKM) dikhawatirkan tidak mau menggunakan. “Ide sudah saya pertimbangkan untuk otomatisasi cara kerja, sudah ada rekanan yang mau mendesainkan tapi saya belum dalam tahap produksi,” pungkasnya.(wol/rol/data1)

Check Also

5 Hal Kapal Penghancur Terbesar Asia Milik China, Apa saja?

BEIJING, Waspada.co.id – Pemerintah China sedang membuat empat kapal penghancur Tipe 055, yang dilengkapi dengan rudal terpandu. Sebelumnya, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: