Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Sakhyan Asmara: Jelang Pilgubsu, Calon-calon Belum Bisa ‘Berlayar’
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi 'Pembangunan' (STIK-P) Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP. (WOL Photo/Ega Ibra)
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi 'Pembangunan' (STIK-P) Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP. (WOL Photo/Ega Ibra)

Sakhyan Asmara: Jelang Pilgubsu, Calon-calon Belum Bisa ‘Berlayar’

MEDAN, WOL – Moment Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) sudah semakin dekat. Walaupun belum ada komitmen koalisi partai pengusung, beberapa partai besar sudah ada yang memutuskan dan mengusung calonnya untuk maju merebut kursi nomor satu dan dua di Pemerintah Provinsi Sumatera (Pemprovsu) pada pesta demokrasi di Sumut pada 2018 mendatang.

Pakar Komunikasi Kebijakan Publik, Dr H Sakhyan Asmara MSP, menyebutkan dari nama-nama yang muncul saat ini sebagai calon Gubsu, seperti Tengku Erry Nuradi, Ngogesa Sitepu, Edy Rahmayadi, Gus Irawan, Effendi Simbolon, Tifatul Sembiring dan lainnya, masih belum jelas kapal (partai, red) yang digunakan untuk ‘berlayar’.

“Ini fenomena yang menarik, walau mulai mendekati tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, bakal calon gubernur belum bisa berlayar,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini di DPRD Sumut, Partai Golkar mempunyai 17 kursi, PDIP 16 kursi, Demokrat 14 kursi, Gerindra 13 kursi, Hanura 10 kursi, PKS 9 kursi, PAN 6 kursi, Nasdem 5 kursi, PPP 4 kursi, PKB 3 kursi dan PKPI 3 kursi.

“Artinya tidak satu partai pun yang bisa berlayar sendiri, dia harus berkoalisi dengan partai lain untuk Pilkada Sumut kali ini, dan partai tersebut mempunyai posisi yang kuat untuk menentukan siapa calon,” ujar Sakhyan lagi.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi ‘Pembangunan’ (STIK-P) Medan tersebut juga mengatakan, saat ini ada partai yang tidak terlalu perduli calonnya populer ataupun tidak, meskipun mereka melakukan survei-survei yang kemudian menetapkan pasangan calon kepala daerah berdasarkan hasil survei, baik survei yang dilakukan oleh lembaga resmi maupun survei internal partai.

“Tetapi itu juga tidak berlaku, yang paling mereka pikirkan bahwa, yang penting calonnya dari kader partai. Tetapi ada juga partai yang berpikir bagaimana memenangkan calon yang diusungnya, terlepas itu kader partai atau bukan. Misalnya partai tersebut mengambil dari kalangan profesional, mantan TNI ataupun mantan PNS atau birokrat,” sebutnya.

Dikatakan, kalau PNS atau TNI yang masih setengah hati untuk maju pada Pilgubsu, sebaiknya jangan maju. “Sebab harus mengundurkan diri, ya kalau menang, kalau kalah, arang habis besi binasa,” sebut mantan Pejabat Deputi Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) ini.

Oleh karena itu katanya, pimpinan partai di pusat sangat kuat menentukan siapa pasangan calon. Nah, karena kekuatan tersebut dari pusat, maka bisa tidak sama keputusan DPD I  (daerah)  dengan keinginan pusat.

“Contohnya Golkar, dimana DPD I memutuskan Ngogesa Sitepu (Ketua DPD Partai Golkar Sumut) sebagai bakal calon Gubsu, tetapi di pusat, Ngogesa tidak sebagai calon Gubsu tetapi sebagai calon Wagub. Jadi semua bisa saja berubah, karena belum jelas kapal yang diputuskan oleh pusat untuk berlayar, ” katanya lagi.

Sakhyan yang juga pernah menjabat Kepala Biro Humas Pemprovsu tersebut, juga mengatakan bahwa masyarakat Sumut saat ini sudah maju dan tidak bisa lagi dibodohi dengan janji dan iming- iming kosong para calon kepala daerah yang saat ini sudah muncul namanya di tengah-tengah masyarakat.

“Kita mengharapkan kepada masyarakat Sumatera Utara, menjelang Pilkada Sumut 2018 mendatang untuk menghindari prilaku yang bisa menimbulkan konflik kekarasan yang berdampak kepada terhambatnya tahapan Pilkada.

Para bakal calon Gubsu juga jangan terlalu mengumbar janji-janji politik dengan pakta integritas, karena fpkta integritas bukanlah hanya di atas kertas semata, tetapi dalam hati dengan berjanji kepada Tuhan akan memajukan rakyat Sumut.

“Jangan bodohi masyarakat dengan gombal-gombal politik, kita ingin Sumut bisa menjadi contoh kepada daerah lain bahwa Pilkada Sumut berlangsung sukses,” pungkas mantan Kadis Pendidikan Sumatera Utara tersebut. (wol/rdn/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

HJ. Nurhajizah dan Hasban. (WOL Photo)

Nama Nurhajizah dan Hasban Muncul Calon Wakil Erry

MEDAN, WOL – Sampai saat ini siapa sosok Wakil Gubernur Sumatera Utara yang akan mendampingi ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.